KabarBaik.co – Setiap tanggal 12 Juli, bangsa Indonesia memperingati Hari Koperasi Indonesia, sebuah momentum untuk mengenang lahirnya gerakan koperasi nasional sekaligus menegaskan kembali peran koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat yang berlandaskan semangat gotong royong dan kekeluargaan.
Peringatan Hari Koperasi bukan sekadar agenda tahunan. Di balik tanggal tersebut tersimpan sejarah panjang perjuangan para pelopor ekonomi kerakyatan yang meyakini bahwa kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan melalui kerja sama, bukan persaingan semata.
Penetapan 12 Juli sebagai Hari Koperasi Indonesia berawal dari penyelenggaraan Kongres Koperasi Indonesia pertama yang digelar di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 12 Juli 1947. Kongres tersebut menjadi tonggak penting karena berhasil menyatukan gerakan koperasi dari berbagai daerah yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri. Dalam forum itu juga dibentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) sebagai wadah pemersatu gerakan koperasi nasional serta menetapkan 12 Juli sebagai Hari Koperasi Indonesia.
Penetapan tersebut kemudian diperkuat melalui Keputusan Presiden Nomor 127 Tahun 1964 tentang Peringatan Hari Koperasi Tanggal 12 Juli, sehingga tanggal tersebut resmi diperingati setiap tahun sebagai Hari Koperasi Indonesia.
Semangat koperasi sendiri tidak dapat dipisahkan dari sosok Mohammad Hatta, yang dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Hatta memandang koperasi sebagai bentuk usaha bersama yang berlandaskan asas kekeluargaan, sesuai amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Menurutnya, koperasi bukan hanya lembaga ekonomi, tetapi juga sarana untuk menciptakan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Hingga kini, koperasi tetap memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperluas akses pembiayaan, serta memperkuat perekonomian masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi digital dan tantangan ekonomi global, koperasi dituntut terus bertransformasi agar semakin profesional, transparan, dan mampu bersaing tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi jati dirinya.
Peringatan Hari Koperasi Indonesia menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong masih menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi nasional. Dengan pengelolaan yang sehat, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, koperasi diharapkan terus menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.






