Banjir Situbondo Tewaskan 2 Orang, Bapak dan Anak Meninggal Tersengat Listrik

oleh -110 Dilihat
Resizer 17690473589941
Salah satu korban banjir meninggal dunia saat di RSUD Besuki, Situbondo, Jawa Timur. Kamis (22/1)/ANTARA/HO-RSUD Besuki

KabarBaik.co – Banjir luapan sungai yang menerjang seribuan rumah di sejumlah desa di Kecamatan Besuki, Situbondo, pada Rabu (21/1) malam mengakibatkan dua warga bapak dan anak meninggal.

Dua korban banjir meninggal dunia akibat tersengat listrik saat banjir itu yakni Abdul Wahed, 45, dan Adinda Putri Rahayu, 17, warga Jalan Madura Desa/Kecamatan Besuki.

“Sesuai pesan Pak Bupati terkait dengan korban meninggal dunia, ayah dan anak, karena tersengat listrik saat banjir, seluruh biayanya ditanggung pemerintah daerah melalui Program Berantas Plus,” kata Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah di Situbondo, Kamis (22/1).

Sementara itu Camat Besuki Yakup Alex Susanto menceritakan dua korban meninggal dunia ayah dan putrinya itu terjadi saat korban sedang di dalam rumah dan bersamaan banjir luapan air sungai itu masuk ke dalam rumah mereka.

“Jadi, dua korban tersebut meninggal dunia tersengat aliran listrik saat ayah dan anak ini sedang di rumahnya dan ketinggian air di rumah mereka sekitar satu meter,” katanya.

Menurut Yakup, dua korban meninggal tersengat listrik itu berhasil dievakuasi oleh masyarakat setelah listrik di Desa/Kecamatan Besuki padam dan selanjutnya kedua korban dibawa ke RSUD Besuki.

“Korban dibawa ke rumah sakit oleh warga menggunakan truk saat banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Besuki,” katanya.

Banjir luapan air Sungai Lubawang menerjang seribuan rumah warga yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Rabu (21/1) malam, yaitu Desa Jetis, Desa Blimbing, Desa Langkap, Desa Besuki, Desa Demung, dan Desa Pesisir.

Sebelum terjadi banjir, di wilayah Kecamatan Besuki dan sekitarnya diguyur hujan deras disertai angin kencang sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. (*)

Hujan dengan intensitas cukup tinggi disertai angin kencang selama beberapa jam itu mengakibatkan Sungai Lubawang dan beberapa anak sungai meluap karena tak mampu menampung debit air.

Luapan air sungai tersebut kemudian menggenangi rumah warga. Ketinggian banjir dilaporkan mencapai dada orang dewasa atau sekitar satu meter.

Sementara BPBD Kabupaten Situbondo sampai saat ini masih melakukan asesmen rumah warga terdampak banjir.

Informasi yang dihimpun ANTARA, banjir luapan air Sungai Lubawang juga merendam rumah-rumah warga Desa Kalianget di Kecamatan Banyuglugur.

Tak hanya merendam rumah-rumah warga, banjir luapan air sungai juga menggenangi jalan raya pantai utara (pantura) di Kecamatan Besuki dan Kecamatan Banyuglugur. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.