KabarBaik.co, Mataram – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid NTB mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada periode 15 hingga 17 Juni 2026. Sejumlah daerah diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang serta gelombang tinggi di beberapa perairan.
Berdasarkan prakiraan BMKG untuk 15 Juni 2026, status Waspada atau potensi hujan sedang hingga lebat berlaku di Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.
Sementara itu, tidak terdapat wilayah yang masuk kategori Siaga maupun Awas. Namun BMKG mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang berpotensi terjadi di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kota Bima, dan Kabupaten Bima.
Memasuki 16 Juni 2026, wilayah yang berstatus Waspada meliputi Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Timur. Pada hari tersebut juga tidak ada daerah yang masuk kategori Siaga maupun Awas.
Sedangkan pada 17 Juni 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Kabupaten Lombok Timur. BMKG kembali menyatakan tidak ada wilayah yang masuk kategori Siaga maupun Awas, serta tidak mengeluarkan peringatan dini angin kencang.
Meski demikian, BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di wilayah rawan bencana.
Dalam imbauannya, BMKG meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir, banjir bandang, tanah longsor, genangan air, angin kencang, kilat atau petir, berkurangnya jarak pandang, baliho roboh, hingga pohon tumbang akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Perhatian khusus juga ditujukan kepada pengguna dan operator transportasi laut, nelayan, pelaku wisata bahari, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir. BMKG mengingatkan adanya potensi gelombang laut dengan ketinggian lebih dari dua meter di sejumlah perairan NTB yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran.
Beberapa wilayah perairan yang perlu diwaspadai antara lain Selat Lombok bagian utara dan selatan, Selat Alas bagian selatan, serta perairan selatan Sumbawa dan sejumlah perairan terbuka lainnya yang berpotensi mengalami peningkatan tinggi gelombang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan maritim melalui kanal resmi BMKG serta segera mengambil langkah antisipasi apabila terjadi perubahan cuaca yang signifikan.
Dengan masih adanya potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah, kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana hidrometeorologi di NTB.(*)






