KabarBaik.co – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penanganan bencana melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kali ini, PGN menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera Utara.
Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Lhokseumawe, Aceh, sekaligus memimpin penyerahan bantuan logistik kepada warga pada Senin (15/12). Kehadiran pimpinan tertinggi PGN tersebut menjadi wujud kepedulian sekaligus memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.
Didampingi jajaran direksi PGN lainnya, Arief menyerahkan bantuan secara simbolis berupa paket sembako kepada perwakilan warga. Ia menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat di Aceh dan Sumatera Utara.
“Kami sangat prihatin atas musibah banjir yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera Utara. PGN berupaya optimal agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Kami juga ingin memberikan dukungan moril agar masyarakat tetap kuat menghadapi masa sulit ini,” ujar Arief dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/12).
Sejak terjadinya bencana banjir di sejumlah titik di Aceh dan Sumatera Utara, PGN bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat melalui program CSR. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan ibu dan anak, hingga obat-obatan. Hingga saat ini, total bantuan yang disalurkan oleh Subholding Gas Pertamina Grup mencapai sekitar Rp2,5 miliar.
Secara keseluruhan, PGN menyalurkan paket logistik berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, air minum, perlengkapan bayi, vitamin, serta obat-obatan ringan. Untuk mendukung operasional posko pengungsian dan dapur umum, PGN juga menyediakan berbagai peralatan, seperti kompor industri dan rumah tangga, tabung LPG, dandang, wajan berukuran besar, serta perlengkapan memasak lainnya agar kebutuhan pangan pengungsi dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Selain bantuan logistik, PGN turut mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui penyediaan suplai air bersih sebanyak 10.000 liter per hari ke sejumlah posko pengungsian, dapur umum, serta RSUD Tamiang. Beberapa posko yang menerima suplai air bersih tersebut antara lain Posko Kebakaran, Posko Longsor, Posko Sidodadi, dan Posko Sungai Liput.
PGN juga mengoperasikan fasilitas mini Water Treatment Plant (WTP) di Pangkalan Brandan dengan kapasitas 2.000 liter per jam guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekitar. Di wilayah perbatasan Sumatera Utara dan Aceh, PGN bahkan berhasil menembus desa-desa dengan akses terbatas untuk menyalurkan berbagai kebutuhan pokok.
Bantuan tersebut antara lain beras sebanyak 1.250 kilogram, gula 250 kilogram, 250 paket makanan siap saji, 75 jeriken minyak goreng kemasan 5 liter, 50 dus mi, 20 papan telur, 250 kaleng sarden ukuran besar, 150 dus mi instan, bumbu masak, serta perlengkapan penting lainnya seperti obat-obatan, vitamin, salep, dan popok bayi.
Penyaluran bantuan secara berkelanjutan ini merupakan wujud kolaborasi PGN bersama Pertamina serta seluruh anak perusahaan di lingkungan Subholding Gas Pertamina dalam meringankan beban masyarakat terdampak bencana. PGN juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat setempat yang turut membantu proses pengangkutan dan distribusi bantuan hingga sampai ke tangan penerima dengan aman.
Dalam setiap tahapan penyaluran bantuan, PGN bersama Pertamina Peduli terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, serta perangkat desa setempat. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memetakan wilayah terdampak dan memastikan bantuan disalurkan langsung ke titik-titik yang paling membutuhkan, dengan dukungan relawan internal perusahaan dan relawan di lapangan.







