Hindari Konflik, DPRD Bojonegoro Desak Relokasi Pedagang Pasar Kota Segera Dituntaskan

oleh -134 Dilihat
Rapat pertemuan antara pedagang dengan Pemkab di ruang Komisi B DPRD Bojonegoro. (Foto: Ist)
Rapat pertemuan antara pedagang dengan Pemkab di ruang Komisi B DPRD Bojonegoro. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro mendesak Pemkab segera menuntaskan relokasi seluruh pedagang Pasar Kota ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Wisata. Langkah tersebut dinilai menjadi kunci untuk mencegah konflik antarpedagang sekaligus menjaga roda perekonomian selama proses pembangunan Pasar Kota yang diperkirakan berlangsung selama dua tahun.

Desakan itu mengemuka dalam rapat dengar pendapat antara Komisi B DPRD Bojonegoro dengan Paguyuban Pedagang Pasar Kota. Pertemuan digelar sehari setelah perwakilan pedagang melakukan dialog dengan jajaran Pemkab Bojonegoro terkait pelaksanaan relokasi.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri, menegaskan seluruh pedagang harus menempati TPS Pasar Wisata sesuai kesepakatan yang telah dibuat. Menurutnya, jika pedagang dibiarkan berpencar ke berbagai lokasi, potensi konflik akan semakin besar dan aktivitas perdagangan di TPS menjadi tidak maksimal.

Ia meminta Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) konsisten menjalankan hasil kesepakatan bersama paguyuban pedagang. Selain itu, pemerintah juga diminta melengkapi fasilitas di TPS, terutama ruang penyimpanan yang aman untuk barang dagangan bernilai tinggi seperti pakaian, perhiasan emas, maupun komoditas lainnya.

“Kalau pedagang berpencar, Pasar Wisata akan sepi. Akibatnya omzet pedagang ikut turun,” ujar Lasuri, Senin (20/7).

Senada, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Sigit Kushariyanto, mengusulkan agar pemerintah memberikan konsekuensi kepada pedagang yang tidak mematuhi kebijakan relokasi. Politisi Partai Golkar tersebut menyarankan agar pedagang yang tertib menempati TPS Pasar Wisata diprioritaskan saat pembagian kios di Pasar Kota yang baru setelah pembangunan selesai.

“Saat pengundian kios nanti, pemerintah sebaiknya memprioritaskan pedagang yang menempati TPS Pasar Wisata,” usulnya.

Sementara itu, Kepala Disdagkop UM Kabupaten Bojonegoro Ahmadi, menyatakan pemerintah telah melakukan dialog dengan perwakilan paguyuban pedagang. Hasil pertemuan tersebut menghasilkan keputusan untuk menertibkan pedagang yang masih bertahan berjualan di kawasan Pasar Kota maupun di luar TPS Pasar Wisata.

“Kami mulai menertibkan pedagang lesehan yang masih berjualan di Pasar Kota pada hari Sabtu kemarin,” kata Ahmadi.

Di sisi lain, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kota, Teguh, mengungkapkan awalnya sebanyak 396 dari total 540 pedagang menyatakan siap pindah ke TPS Pasar Wisata. Sementara sisanya memilih membangun tempat berjualan secara mandiri.

Namun dalam perkembangannya, sebanyak 106 pedagang yang semula bersedia pindah ke TPS Pasar Wisata justru memilih berjualan di TPS Pasar Banjarejo. Kondisi tersebut membuat aktivitas perdagangan di Pasar Wisata tidak seramai yang diharapkan.

“Kalau semua pedagang berkumpul di Pasar Wisata, pasar akan lebih ramai dan pembeli lebih tertarik datang,” ujar Teguh.

Karena itu, pihak paguyuban meminta Pemkab Bojonegoro menegakkan kesepakatan relokasi secara menyeluruh. Pemerintah diharapkan mengarahkan pedagang yang kini berjualan di TPS Pasar Banjarejo untuk berpindah ke TPS Pasar Wisata, sekaligus menertibkan pedagang lesehan yang masih bertahan di lokasi Pasar Kota.

Menurut paguyuban, relokasi yang dilakukan secara serentak akan menciptakan pusat perdagangan yang lebih hidup, meningkatkan kunjungan pembeli, serta membantu menjaga pendapatan pedagang selama proses pembangunan Pasar Kota berlangsung.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.