KabarBaik.co, Sidoarjo – Kematian Ruly Yunis Setiawati masih meninggalkan misteri. Dengan melihat kejanggalan yang ada, kematian ASN Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan tersebut bisa dibilang tak wajar.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, menduga korban telah meninggal dunia sebelum kendaraan yang ditumpanginya masuk ke area Termninal 1 Bandara Juanda.
Dugaan tersebut muncul setelah keluarga memperoleh informasi dan rekaman CCTV yang kini menjadi bagian dari bahan penyelidikan kepolisian. Dalam rekaman itu, korban disebut tidak terlihat mengemudikan kendaraan saat memasuki area parkir Bandara Juanda.
Risang engatakan bahwa terdapat seorang pria yang terekam berada di dalam mobil saat kendaraan memasuki kawasan bandara. Pria tersebut terlihat mengambil karcis parkir sebelum kemudian meninggalkan lokasi seorang diri.
“Kami menduga kuat Ibu Ruly sudah meninggal dunia sebelum mobilnya dibawa masuk ke area bandara. Bandara Juanda diduga hanya dijadikan tempat oleh pelaku untuk menyembunyikan jenazah korban,” ujar Risang kepada KabarBaik.co, Kamis (25/6).
Berdasarkan rekaman CCTV, pria terakhir yang disebut bersama perempuan 51 tahun itu terlihat mengenakan baju bewarna gelap lengan pendek dengan garis berwarna merah putih di sepanjang dada. Pria itu mengenakan kaca mata dan menggunakan masker berwarna abu-abu yang menutupi separuh wajahnya.
Pria itu terlihat tangan kirinya yang mengenakan jam sedang memegang setir mobil. Sementara tangan kanannya terlihat seperti mengambil tiket parkir atau menempelan kartu pembayaran.
Risang mengatakan seluruh informasi yang diperoleh keluarga telah diserahkan kepada penyidik untuk membantu mengungkap kronologi perjalanan korban sebelum ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Toyota Innova dinas pelat merah bernopol M 1090 GP.
Keluarga berharap aparat kepolisian segera mengidentifikasi pria yang terekam dalam CCTV bandara. Sosok tersebut dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam mengungkap peristiwa yang menimpa korban.
“Mengenai penyebab pasti kematian, kami masih menunggu hasil autopsi resmi. Namun yang pasti, laki-laki di dalam CCTV tersebut harus segera dikejar dan ditangkap karena dia sengaja menyembunyikan peristiwa kematian ini dan dialah yang memegang kunci motif kasus ini,” tegasnya.
Saat ini, Polresta Sidoarjo masih melakukan pendalaman terhadap seluruh temuan yang ada, termasuk rekaman CCTV, hasil forensik, serta keterangan para saksi guna mengungkap penyebab pasti kematian Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan tersebut. (*)






