Kreativitas Pemuda Randupitu Gempol Sulap Jalan Tani Jadi Wisata Ngopi Tengah Sawah dengan Panorama Dua Gunung Indah

oleh -127 Dilihat
warung kopi sawah
warung kopi sawah

KabarBaik.co, Pasuruan – Hamparan sawah hijau dengan latar Gunung Arjuno-Welirang, semilir angin sore, dan matahari yang perlahan tenggelam kini menjadi daya tarik baru di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Bukan karena berdirinya bangunan megah atau destinasi wisata buatan, melainkan berkat keberanian sekelompok anak muda yang mengubah jalan usaha tani menjadi ruang menikmati kopi dengan panorama alam terbuka.

Berawal dari sebuah gerobak kopi sederhana yang bisa berpindah-pindah, mereka memanfaatkan jalan di tengah persawahan sebagai tempat berkumpul.

Pengunjung cukup duduk di kursi lipat yang berjajar di tepi sawah, menikmati secangkir kopi, jajanan ringan, serta pemandangan matahari terbenam yang membingkai siluet pegunungan.

Konsep sederhana itu justru menjadi daya tarik tersendiri.
Tanpa dekorasi berlebihan, suasana alami menjadi nilai jual utama.

Pengunjung tidak hanya datang dari Randupitu, tetapi juga dari sejumlah daerah di sekitar Gempol yang penasaran dengan sensasi menikmati kopi di tengah hamparan persawahan.

Kepala Desa Randupitu M. Fuad mengaku bangga melihat kreativitas generasi muda di desanya, keberanian untuk memulai sesuatu menjadi modal penting dalam membangun potensi desa.

“Yang paling kami apresiasi bukan hanya gerobak kopinya, tetapi keberanian anak-anak muda untuk bergerak, potensi yang selama ini biasa saja, lalu mengubahnya menjadi sesuatu yang menarik,” kata Fuad, Sabtu (25/7).

Fuad menilai, inovasi tersebut membuktikan bahwa pengembangan wisata tidak selalu membutuhkan investasi besar, memanfaatkan kekayaan alam yang sudah dimiliki desa, ruang-ruang sederhana pun dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikemas secara kreatif.

“Kreatif menjadikan kekayaan yang tak ternilai dibuktikan dengan ngopi di sawah,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir, lokasi tersebut mulai ramai dikunjungi masyarakat yang ingin menikmati suasana pedesaan saat sore hari, hamparan padi, udara yang sejuk, serta panorama matahari terbenam menjadi kombinasi yang membuat banyak orang betah berlama-lama.

“Kami bersyukur mulai banyak masyarakat yang datang. Mereka ingin merasakan suasana ngopi di tengah sawah yang tenang dan berbeda dari suasana perkotaan. Ini menjadi peluang bagi desa untuk terus berkembang,” katanya.

Fuad berharap, gerakan yang dipelopori anak-anak muda itu mampu menginspirasi munculnya inovasi lain di Randupitu, desa memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan apabila masyarakat berani mencoba dan pemerintah hadir memberikan ruang serta pendampingan.

“Harapan kami, Randupitu tidak hanya dikenal sebagai desa pertanian, tetapi juga menjadi destinasi alternatif yang menawarkan pengalaman menikmati alam pedesaan dengan cara yang sederhana, hangat, dan berkesan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.