KabarBaik.co, Jember – Anggota Komisi C DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo menyoroti tajam masih tingginya angka pengangguran di Kabupaten Jember. Hal tersebut menjadi aspirasi utama yang mencuat dalam agenda reses yang digelar di Karangrejo, Kecamatan Sumbersari pada Jumat (13/3).
Dalam forum tersebut, pria yang akrab disapa Ipung itu memaparkan kesenjangan yang signifikan antara jumlah pencari kerja dengan ketersediaan lapangan kerja di daerah.
Berdasarkan data tahun 2025, ia mengungkapkan bahwa jumlah pencari kerja di Jember mencapai angka 5.000 orang. Namun, daya serap sektor industri lokal masih sangat terbatas.
53 Perusahaan aktif dengan daya serap 1.430 tenaga kerja. Sisa Pengangguran ada sekitar 3.570 Orang
“Artinya masih ada 3.500 lebih pencari kerja yang belum mendapatkan pekerjaan. Ini menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan langkah nyata dari pemerintah daerah,” ujar Ipung.
Sebagai langkah intervensi, ia mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan sektor pelayanan publik, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menilai keberadaan 141 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jember adalah kunci pembuka lapangan kerja massal.
“Jika setiap SPPG membutuhkan sekitar 41 tenaga kerja, maka ribuan orang bisa terserap. Ini peluang besar untuk menekan angka pengangguran secara signifikan,” jelasnya.
Namun, ia memberikan catatan kritis terkait rekrutmen tersebut, pekerjaan harus diberikan kepada mereka yang benar-benar belum bekerja, bukan bagi mereka yang sudah memiliki penghasilan.
“Lowongan kerja wajib diumumkan secara terbuka. agar proses rekrutmen tidak didasarkan pada faktor kedekatan atau koneksi (nepotisme),” tegasnya.
Selain program MBG, Ipung juga menyinggung rencana pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Ia meminta persiapan dilakukan sejak dini agar koperasi ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru yang dapat membuka lapangan kerja di tingkat desa.
Dengan integrasi program pemerintah yang matang dan transparansi informasi, Edi optimistis tantangan pengangguran di Kabupaten Jember dapat teratasi secara bertahap. (*)






