KabarBaik.co, Surabaya – Masa libur sekolah akhir tahun ajaran 2025/2026 membawa dampak berbeda bagi pedagang pasar tradisional di Surabaya. Banyak keluarga memanfaatkan waktu untuk berlibur sehingga aktivitas belanja masyarakat justru menurun sehingga omzet para pedagang ikut tergerus.
Sejumlah pedagang di Pasar Soponyono, Surabaya, mengaku jumlah pembeli mulai berkurang sejak pekan ketiga Juni 2026. Penurunan tersebut bahkan disebut memangkas pendapatan hingga lebih dari 50 persen dibandingkan hari-hari normal.
Salah seorang pedagang, Romli, 55, mengatakan kondisi pasar dalam sepekan terakhir jauh lebih lengang. Menurutnya, masyarakat lebih memilih menghabiskan waktu bersama keluarga selama libur sekolah sehingga kunjungan ke pasar tradisional ikut menurun.
“Minggu lalu sepi sekali, hampir tidak ada pembeli. Kalau dibandingkan hari biasa, jumlah pengunjung turun cukup banyak,” ujar Abdul, Rabu (1/7).
Meski pembeli berkurang, Abdul menyebut harga sebagian besar kebutuhan pokok masih relatif stabil. Kenaikan hanya terjadi pada sejumlah komoditas hortikultura dan bumbu dapur.
Harga kangkung, misalnya, naik dari Rp 8.000 menjadi Rp 12.000 per ikat. Sementara bawang putih meningkat dari Rp 34.000 menjadi Rp 36.000 per kilogram. Beberapa rempah seperti ketumbar, kemiri, lada, dan bumbu sejenis juga mengalami kenaikan sekitar Rp 5.000 per 100 gr.
Di sisi lain, pedagang ayam di pasar yang sama, Yanti, 35, mengatakan harga ayam justru turun dari Rp 52.000 menjadi Rp 48.000 per kilogram. Namun, penurunan harga tersebut belum mampu mendongkrak penjualan.
Menurutnya, berkurangnya permintaan juga dipengaruhi penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Saat program berlangsung, permintaan ayam dari berbagai pihak menjadi salah satu penopang penjualan.
“Harga ayam memang turun, tetapi pendapatan saya ikut turun karena sementara tidak ada pesanan untuk MBG selama libur sekolah. Order berkurang cukup banyak,” kata Yanti.
Ia berharap aktivitas pasar segera kembali normal setelah libur sekolah berakhir. Selain itu, para pedagang juga berharap pemerintah dapat memperkuat distribusi dan mendorong permintaan selama periode liburan agar perputaran ekonomi di pasar tradisional tetap terjaga.
“Kalau sepi satu-dua hari mungkin biasa, tetapi dalam sepekan terakhir cukup terasa. Mudah-mudahan setelah libur sekolah selesai kondisi pasar kembali ramai,” ujarnya.
Hingga akhir Juni 2026, harga sejumlah komoditas pangan lain masih cenderung stabil. Cabai merah besar dijual sekitar Rp 32.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp 43.000 per kilogram, bawang merah Rp 38.000 per kilogram, telur ayam Rp 24.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng berada di kisaran Rp 16.000-Rp 18.000 per liter.
Para pedagang berharap meningkatnya aktivitas masyarakat setelah libur sekolah dapat mengembalikan daya beli sehingga omzet penjualan yang sempat merosot bisa kembali pulih. (*)






