KabarBaik.co, Jombang – Sejumlah warga di Kabupaten Jombang mengeluhkan seringnya pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Tak hanya berulang, pemadaman itu disebut kerap terjadi tanpa pemberitahuan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Keluhan salah satunya datang dari Puji Widodo, warga Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito. Ia mengaku listrik di wilayahnya beberapa kali padam dalam waktu yang berdekatan tanpa informasi terlebih dahulu dari pihak PLN.
“Kalau padam tidak ada pemberitahuan. Tapi kalau telat bayar listrik langsung dikirimi surat pemberitahuan,” kata Puji, Jumat (19/6).
Menurut Puji, pemadaman terjadi sejak dini hari. Listrik padam sekitar pukul 00.40 WIB, kemudian kembali menyala. Namun pada siang hari sekitar pukul 13.46 WIB, aliran listrik kembali terputus.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu, terutama yang bergantung pada perangkat elektronik maupun jaringan internet.
Keluhan serupa disampaikan Wawan, warga Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak. Ia mengatakan listrik di wilayahnya padam pada siang hari dan belum kembali normal dalam waktu yang cukup lama.
Yang membuat warga semakin bingung, kata Wawan, tidak ada informasi mengenai penyebab maupun estimasi waktu pemulihan listrik.
“Tidak ada pemberitahuan di akun resmi Instagram. Terakhir update pemberitahuan dua hari lalu,” ujarnya.
Menurutnya, pemadaman tanpa informasi berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pekerjaan, usaha kecil, hingga layanan publik yang membutuhkan pasokan listrik stabil.
Hal senada diungkapkan Purnama Hadi, warga Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang. Ia mengaku listrik di lingkungannya sempat padam selama beberapa jam pada Selasa sore hingga malam hari.
“Tidak ada pemberitahuan, tiba-tiba padam sampai malam,” tuturnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jombang Irham Maulana menjelaskan sejumlah pemadaman terjadi karena adanya pekerjaan teknis pada jaringan kelistrikan.
Menurut Irham, salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah penggantian komponen rumah pembatas di gardu induk yang mengharuskan penghentian sementara suplai listrik demi keselamatan petugas.
“Semalam ada komponen rumah pembatas di gardu yang perlu diganti. Untuk proses penggantian itu, suplai listrik harus dipadamkan sementara,” jelasnya.
Selain itu, PLN juga tengah melakukan peningkatan kapasitas transformator atau uprating trafo di wilayah Perak dan sekitarnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat sistem distribusi listrik dan mengantisipasi meningkatnya kebutuhan pelanggan.
“Untuk daerah Gadingmangu dan Perak memang ada kegiatan uprating kapasitas trafo. Untuk pekerjaan tersebut perlu dilakukan penghentian sementara suplai listrik dari gardu,” ungkap Irham.
Ia menegaskan seluruh pekerjaan yang dilakukan bertujuan meningkatkan keandalan jaringan dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Meski demikian, warga berharap PLN dapat memperbaiki pola komunikasi dengan masyarakat. Mereka meminta setiap rencana pemadaman diumumkan lebih awal agar warga memiliki waktu untuk melakukan antisipasi dan menyesuaikan aktivitas sehari-hari.






