Puluhan ASN Pemprov Jatim Ajukan Perceraian Tiap Tahun, Faktornya Ekonomi hingga Jeratan Pinjol

oleh -136 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 05 at 9.31.26 AM
Ilustrasi (AI)

KabarBaik.co, Surabaya – Fenomena perceraian di kalangan ASN di lingkungan Pemprov Jatim masih menjadi sorotan serius. Setiap tahun, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim mencatat adanya puluhan permohonan konsultasi hingga pengajuan izin perceraian.

Berbagai faktor mulai dari persoalan rumah tangga, tekanan ekonomi, hingga jeratan pinjaman online (pinjol) disebut menjadi tantangan baru yang berpotensi menurunkan kinerja pegawai.

Kepala BKD Jatim Indah Wahyuni mengakui bahwa kasus perceraian di kalangan ASN masih kerap ditemukan. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 20 hingga 25 ASN yang mengajukan konsultasi maupun permohonan terkait perceraian setiap tahunnya. Meski angka pastinya masih akan diverifikasi lebih lanjut, fenomena tersebut dinilai cukup menjadi alarm bagi pemerintah daerah.

“Kalau masalah seperti itu pasti ada. Namun kami berupaya agar paling tidak bisa mencegah permasalahan tersebut,” tegas Yuyun, sapaan akrab Indah Wahyuni, Minggu (5/7).

Untuk mencegah persoalan rumah tangga berujung pada perceraian dan berdampak pada pelayanan publik, BKD Jatim bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) meluncurkan aplikasi Pelita ASN (Pendamping Keluarga Terintegrasi ASN). Aplikasi ini menjadi sarana konsultasi bagi para pegawai sebelum konflik membesar.

“Kalau ASN mengalami persoalan, baik yang berkaitan dengan dirinya sendiri, keluarga maupun anak-anaknya, mereka bisa berkonsultasi. Di DP3AK sudah tersedia layanan psikolog,” jelasnya.

Selain masalah rumah tangga, BKD juga menyoroti meningkatnya kasus ASN yang terjerat pinjaman online. Tekanan finansial akibat pinjol dinilai berpotensi memicu konflik keluarga hingga berdampak pada kondisi psikologis dan produktivitas kerja.

Menanggapi hal ini, BKD menggandeng Bank Jatim menyediakan layanan konsultasi keuangan melalui aplikasi Rumah ASN. Layanan ini menghadirkan pendampingan financial planner agar ASN mampu mengelola keuangan dengan baik dan tidak terjebak pinjaman berbunga tinggi.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada ASN mengenai apa itu pinjol, bagaimana mekanismenya, serta dampaknya. Harapannya mereka tidak sampai terjebak,” ujarnya.

Selain edukasi, Bank Jatim juga didorong menyediakan skema pembiayaan yang lebih aman, mulai dari kredit perumahan berbunga ringan, pinjaman dengan tenor panjang, hingga pembiayaan peningkatan kompetensi.

Yuyun menegaskan bahwa penguatan ketahanan keluarga dan stabilitas ekonomi merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik. ASN yang terbebas dari masalah pribadi diyakini akan lebih fokus dalam menjalankan tugas.

“Kalau ASN memiliki banyak persoalan, tentu akan berdampak pada kinerjanya sehingga tidak optimal. Dengan adanya Pelita ASN dan layanan keuangan ini, kami berharap ASN bisa bekerja lebih tenang sehingga kinerjanya juga semakin baik,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.