KabarBaik.co, Surabaya – Ratusan orang dari elemen masyarakat sipil di Kota Surabaya akan menggelar demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (15/6), mulai pukul 15.00 WIB. Aksi yang mengusung tajuk “Rakyat Surabaya Menggugat” ini digelar untuk menyuarakan sejumlah tuntutan krusial terkait kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi saat ini.
Koordinator Lapangan Aksi Kamisan Surabaya, Muhammad Ikhsan Aditya, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap pembentukan undang-undang yang dinilai merugikan rakyat. Salah satu fokus utama adalah tuntutan pencabutan revisi Undang-Undang Polri yang baru disahkan pekan lalu.
“Pertama pencabutan revisi Undang-Undang Polri yang dilakukan secara ugal-ugalan beberapa hari lalu. Kedua, pencabutan Undang-Undang TNI tahun 2025 yang memberi karpet bagi praktik militerisme dan dwifungsi TNI,” ujar Ikhsan saat dikonfirmasi, Senin (15/6).
Menurut Ikhsan, keberadaan UU TNI tersebut berpotensi membuka peluang kembali terjadinya praktik dwifungsi, di mana militer terlibat dalam urusan sipil. Sementara itu, proses pembahasan UU Polri dinilai tidak transparan dan terburu-buru.
Selipun isu hukum dan keamanan, massa juga membawa tuntutan di bidang ekonomi dan sosial. Mereka menuntut pemerintah untuk menghentikan dua program besar yang dinilai membebani keuangan negara, yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
“Lalu hentikan program MBG dan juga Koperasi Merah Putih. Turunkan harga BBM, dan stabilkan nilai rupiah serta hentikan eksploitasi alam,” tegasnya.
Daftar tuntutan lengkap yang akan disuarakan meliputi:
1. Pencabutan Revisi UU Polri.
2. Pencabutan UU TNI Tahun 2025.
3. Penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG).
4. Penghentian program Koperasi Desa Merah Putih.
5. Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
6. Penguatan dan stabilisasi nilai tukar rupiah.
7. Penghentian eksploitasi alam yang merusak lingkungan.
Pemilihan Gedung Grahadi sebagai titik kumpul dinilai sangat strategis karena merupakan pusat pemerintahan dan lalu lintas utama yang sering dilalui masyarakat, sehingga pesan aspirasi dapat tersampaikan dengan luas.
Ikhsan berharap, aksi damai yang digelar sore ini tidak hanya sekadar unjuk rasa, tetapi juga dapat memantik kesadaran masyarakat Surabaya untuk lebih peduli terhadap berbagai persoalan bangsa dan isu-isu kerakyatan.(*)






