KabarBaik.co – Seorang remaja di Kabupaten Malang nekat melapor ke polisi setelah dipukul oleh ibu kandungnya sendiri. Kasus ini sempat membuat heboh warga Kecamatan Tumpang, tempat keduanya tinggal.
Remaja berinisial TFS (17) itu melapor melalui layanan darurat 110 pada Sabtu (1/11). Dalam laporannya, TFS mengaku dipukul oleh ibunya, S (45), hingga mengalami memar di bagian tangan dan paha.
Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, membenarkan adanya laporan tersebut. “Benar, yang bersangkutan melapor melalui 110 dan ditindaklanjuti oleh anggota Polsek Tumpang,” ujar Bambang, Minggu (2/11).
Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi rumah TFS. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tindakan sang ibu bukan bermaksud melakukan penganiayaan, melainkan bentuk kemarahan karena anaknya dianggap bandel.
“Setelah diklarifikasi, ternyata peristiwa itu merupakan kesalahpahaman antara anak dan orang tua,” jelas Bambang.
Berdasarkan keterangan polisi, peristiwa itu terjadi saat sang ibu meminta TFS untuk melipat selimut dan merapikan sprei tempat tidur. Namun, remaja itu tidak segera menuruti permintaan karena asyik bermain ponsel. Kesal, sang ibu memukulnya tiga kali menggunakan sapu, menyebabkan memar ringan.
Usai kejadian, S pergi ke kebun untuk bekerja, sementara TFS melapor ke layanan darurat. Petugas kemudian datang ke lokasi dan memediasi keduanya di balai desa setempat. “Keduanya akhirnya sepakat berdamai dan menyelesaikan secara kekeluargaan. Mereka juga membuat surat pernyataan bersama,” ungkap Bambang.
Bambang menegaskan, kasus tersebut tidak dilanjutkan ke proses hukum lantaran tidak ditemukan unsur penganiayaan. Meski begitu, petugas tetap memberikan nasihat kepada TFS agar lebih menghormati orang tua dan disiplin dalam berperilaku.
“Peran keluarga penting dalam menjaga komunikasi agar hal seperti ini tidak terjadi lagi,” tandas Bambang. (*)






