KabarBaik.co, Jember – Untuk memperkuat layanan medis dan mematangkan persiapan sebagai Rumah Sakit Pendidikan, RSD dr. Soebandi Jember mengajukan penambahan 185 pegawai baru.
Rencana ini disampaikan Plt. Direktur RSD dr. Soebandi dr. Nyoman Semita, usai mengikuti rapat dengar pendapat bersama DPRD Jember pada Rabu (4/3).
Nyoman menjelaskan bahwa usulan tersebut didasarkan pada kajian ilmiah untuk menyesuaikan arah pengembangan rumah sakit, termasuk pembangunan gedung baru dan peningkatan fasilitas kesehatan.
Setidaknya ada tiga faktor utama yang memicu kebutuhan mendesak akan SDM baru di rumah sakit milik pemkab tersebut.
“Yang pertama adanya penarikan nakes oleh instansi asal, sekitar 30 tenaga kesehatan yang sebelumnya diperbantukan dari Universitas Jember (Unej) ditarik kembali seiring pembangunan RS perguruan tinggi tersebut,” katanya.
Selain itu, lanjut Nyoman, peningkatan fasilitas seperti layanan hemodialisis dan pembangunan gedung baru memerlukan kru medis tambahan.
“Kami melakukan kajian secara empiris dan ilmiah. Hasilnya, untuk pengembangan ke depan, kita butuh kurang lebih 185 orang, mulai dari perawat, dokter umum, spesialis, hingga tenaga pendukung,” jelasnya.
Nyoman menekankan bahwa kebutuhan paling krusial saat ini ada pada layanan anestesi. Minimnya tenaga di bidang ini sangat berisiko bagi penanganan kasus darurat seperti stroke, cedera otak, hingga patah tulang yang membutuhkan tindakan operasi cepat.
Selain layanan medis, penambahan SDM ini juga mencakup tenaga administrasi dan tenaga pendidik. Hal ini berkaitan dengan target RSD dr. Soebandi untuk bertransformasi menjadi Rumah Sakit Pendidikan bagi program spesialis.
Terkait proses seleksi, Nyoman memastikan rekrutmen akan dilakukan melalui mekanisme Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan melibatkan pihak independen. Langkah ini diambil untuk menjamin profesionalisme dan menghindari praktik titipan.
“Kami ingin rekrutmen terbuka dan independen. Saya tidak akan ikut campur dalam penerimaan, biarkan tim profesional yang mencari tenaga sesuai kriteria,” tegasnya.
Penambahan personel ini diklaim bukan sekadar menambal kekurangan sesaat, melainkan bagian dari desain pengembangan jangka panjang rumah sakit yang telah dirancang sejak September tahun lalu. (*)







