KabarBaik.co, Sidoarjo – Ancaman krisis sampah mulai membayangi Kabupaten Sidoarjo. Jika pola pengelolaan sampah tidak segera dibenahi, kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo Jabon diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga tujuh tahun ke depan.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mulai memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Langkah awal yang dilakukan yakni memetakan kondisi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di seluruh wilayah serta memperkuat pengelolaan berbasis teknologi digital.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Menurutnya, seluruh elemen mulai pemerintah daerah hingga masyarakat harus terlibat aktif dalam penanganannya.
“Kita berusaha memetakan semua persoalan TPS 3R yang ada di Sidoarjo. Tugas penanganan sampah ini bukan hanya DLHK, tetapi menjadi tugas kita bersama mulai pemerintah daerah, camat, desa, RT hingga masyarakat,” ujar Subandi saat audiensi bersama tim DLHK di Opsroom, Senin (8/6).
Data DLHK Sidoarjo menunjukkan timbulan sampah di Kota Delta saat ini mencapai 892,26 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 534 ton atau sekitar 59 persen masih langsung dibuang ke TPA setiap harinya. Bahkan, volume sampah tercampur yang masuk ke TPA mencapai 77,24 persen.
Subandi menegaskan pembenahan harus segera dilakukan agar persoalan sampah tidak semakin besar di masa mendatang. Seluruh kebijakan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan kemampuan anggaran daerah.
“Kalau tidak mulai hari ini, persoalan sampah tidak akan pernah selesai. Semua harus bergerak sesuai tugas masing-masing,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Sidoarjo mulai menerapkan sistem dashboard digital untuk memantau kondisi TPS 3R, layanan pengangkutan sampah, hingga tingkat pembayaran retribusi masyarakat. Sistem tersebut diharapkan mampu mempercepat pengambilan kebijakan berbasis data.
Di sisi lain, praktik pembuangan sampah liar masih menjadi pekerjaan rumah. Tercatat sekitar 86,58 ton atau 9,70 persen sampah harian warga belum terkelola dengan baik dan masih dibuang di lokasi yang tidak semestinya.
Untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah, Pemkab Sidoarjo menyiapkan anggaran Rp18,14 miliar. Dana tersebut digunakan untuk mempertahankan kinerja 22 TPS 3R yang sudah berjalan baik sekaligus meningkatkan kapasitas 77 TPS 3R melalui pengadaan mesin pemilah, conveyor, insinerator hingga kendaraan operasional.
Sebagai langkah penegakan aturan, pemerintah juga akan mendorong pemasangan CCTV di titik-titik rawan pembuangan sampah liar. Pemkab berharap upaya penguatan TPS 3R, pemanfaatan teknologi, dan keterlibatan masyarakat dapat memperpanjang usia TPA Jabon sekaligus mewujudkan lingkungan Sidoarjo yang lebih bersih dan sehat.(*)








