Sedang Cari Kerang, Seorang Ibu Tewas Dimakan Buaya

oleh -336 Dilihat
BUAYA MAKAN
Warga bersama polisi dan TNI mengevakuasi korban diterkam buaya saat mencari lokan di Simeulue, Aceh, Minggu (16/2/2026). ANTARA/HO-Polsek Teluk Dalam

KabarBaik.co, Aceh,- Kepolisian Resor (Polres) Simeulue, Aceh, melalui Polsek Teluk Dalam, menyebutkan seorang wanita ditemukan meninggal dunia diterkam buaya saat mencari lokan atau sejenis kerang tiram.

Kapolsek Teluk Dalam Ipda Zainur di Simeulue, Senin, mengatakan korban berinisial JW (35) merupakan ibu rumah tangga (IRT), warga Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue.

“Korban meninggal dunia setelah diterkam buaya. Saat itu korban sedang mencari lokan bersama temannya. Serangan buaya tersebut terjadi pada Minggu (15/2),” kata Zainur.

Ia menyebutkan kejadian berawal ketika dirinya menerima informasi JW dilaporkan hilang setelah diserang buaya saat mencari lokan di Sungai Luan Boya sekira pukul 11.00 WIB.

Setelah menerima informasi tersebut, Zainur bersama anggota menuju Sungai Luan Boya. Keduanya bersama masyarakat menyusuri sungai tersebut mencari korban.

“Pencarian dilakukan dengan menyisir sungai. Korban akhirnya ditemukan dengan kondisi dalam cengkeraman buaya yang muncul di pinggir sungai,” kata Kapolsek Teluk Dalam itu.

Zainur menyebutkan masyarakat bersama polisi dan anggota Koramil yang terlibat dalam pencarian berupaya melepaskan korban dari cengkeraman buaya dengan menggunakan kayu dan tali serta peralatan lainnya.

“Korban berhasil dilepaskan dari cengkeraman buaya dengan kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban diserahkan kepada keluarga untuk proses fardu kifayah,” kata Zainur.

Kapolsek mengimbau masyarakat, khususnya yang biasa beraktivitas di sekitar sungai seperti mencari kerang, memancing, mandi, mencuci, maupun aktivitas lainnya, agar lebih berhati-hati terhadap keberadaan buaya.

“Kami juga instruksikan Bhabinkamtibmas untuk meningkatkan patroli dan pemantauan di sungai-sungai yang rawan keberadaan buaya, guna mencegah terjadinya korban susulan,” kata Zainur.

Camat Teluk Dalam Andrik Dasandra mengatakan pihaknya juga sudah meminta kepala desa memberikan imbauan dan peringatan kepada masyarakat supaya hati-hati saat beraktivitas di sungai maupun muara, karena rawan interaksi negatif buaya.

“Kami mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di area rawan gangguan buaya seperti di sungai, muara, maupun perairan di kawasan Teluk Dalam dan sekitarnya,” kata Andrik Dasandra. (*/Antara)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.