KabarBaik.co, Jakarta- Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa terkait perkara dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo pada Jumat (19/6) menyita perhatian publik. Di tengah ramainya pemberitaan tersebut, warganet kembali menyoroti unggahan terakhir dr. Tifa di akun X pribadinya sehari sebelum kabar penangkapan itu mencuat.
Dalam unggahan yang dibagikan pada Kamis (18/6), dr Tifa mengungkapkan bahwa dirinya tengah berada pada tahap akhir penyelesaian disertasi doktoralnya. Dia menceritakan proses panjang yang dijalaninya selama tiga bulan terakhir, termasuk masa “sabbatical leave” untuk mendalami penelitian yang menjadi fokus studinya.
Menariknya, disertasi yang sedang dituntaskannya mengangkat tema diabetes—penyakit yang diderita jutaan masyarakat Indonesia—serta mengkaji ayat-ayat As Syifa dalam Alquran. Melalui unggahan tersebut, dr Tifa juga memohon doa dan dukungan dari masyarakat agar proses akademiknya dapat berjalan lancar hingga tahap ujian disertasi.
Namun, belum juga menjalani ujian disertasi S-3 itu, alumnus UGM itu ditangkap. Informasi yang dihimpun, rencananya pada hari ini, pukul 09.00 WIB, dia akan ujian seminar hasil doktoral di Fakultas Kedokteran (FK) UI. Tiba tiba, pukul 06.30 WIB, di parkiran, dr Tifa didatangi petugas dari Polda Metro Jaya. Mereka menunjukkan surat untuk membawa dr Tifa ke Polda Metro.

Berikut unggahan lengkap yang ditulis dr. Tifa:
Mohon doanya
Tiga bulan menyendiri
Istilah di kalangan Para Ilmuwan adalah Sabbatical leave. Bersendiri untuk mendalami, merenung, dan mempelajari.
Naskah – apapun adanya – insyaAllah sudah siap.
Mengingat 30 tahun yang lalu masa-masa menuntaskan Pendidikan Dokter. Saling bertanya dengan teman
“Kok bisa ya kita selesai kuliah Kedokteran dan syukur ngga jadi gila”
Kuliah Kedokteran sangat sangat berat. Meluluhlantakkan tubuh, jiwa, dan mental.
Kini perasaan itu terasakan kembali.
Disertai tentu dengan beban dan tanggung jawab yang jauh lebih besar.
Disertasi ini tentang Diabetes, penyakit yang diderita 20 juta orang di Indonesia, dan itu angka gunung es. Faktanya jauuh lebih banyak.
Baca Juga: Dokter Tifa: Ilmuwan Penjahit Sains dan Jiwa di The Spiritual Neuroscientist Indonesia
Dan disertasi ini mengangkat Kitab Suci Al Quran dengan ayat-ayat As Syifa, atau ayat-ayat penyembuh.
Berat, berat sekali pertanggungjawabannya.
Karena itu, saya mohon doa sahabat semua, sebangsa dan setanah air. (*)






