KabarBaik.co, Banyuwangi – Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masyarakat Banyuwangi cukup rendah. Saat ini kabupaten berjuluk Sunrise of Java ini berada diperingkat keenam dengan nilai 62,88 dan masuk kategori rendah.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banyuwangi, Alfian mengatakan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong penguatan budaya literasi masyarakat sebagai upaya meningkatkan capaian indeks pembangunan daerah.
Menurutnya, peningkatan literasi tidak cukup hanya dengan menyediakan bahan bacaan, tetapi juga membutuhkan ekosistem yang mampu menghadirkan interaksi, diskusi, serta kegiatan yang membuat masyarakat semakin dekat dengan dunia literasi.
“Kalau hanya buku itu monolog. Tetapi kalau ada orang yang bisa memandu dengan kehadiran buku ini, berarti akan ada dialog-dialog yang semakin menghidupkan literasi,” ujar Alfian saat peresmian gerai Gramedia, Senin (15/6).
Menurutnya, ruang-ruang literasi harus mampu menjadi tempat bertemunya berbagai gagasan, khususnya dari kalangan anak muda, pegiat literasi, hingga para ahli. Dengan begitu, aktivitas membaca tidak berhenti pada kebiasaan individu, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial.
Alfian mengatakan, meski TKM masih minor, pada Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jawa Timur, Banyuwangi masih tergolong bagus. Pada kategori IPLM, Banyuwangi berada di peringkat keempat kabupaten/kota di Jawa Timur dengan nilai 30,52, setelah Kota Surabaya, Kota Madiun, dan Kota Batu.
Alfian menyebut capaian tersebut menjadi modal penting. Kendati demikian, peningkatan literasi tetap membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, perpustakaan, komunitas literasi, dan masyarakat harus bergerak bersama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya membaca.
“Ini tidak bisa berjalan sendiri. Pegiat-pegiat literasi perlu terus dihadirkan. Perpustakaan juga sudah melakukan berbagai upaya melalui kegiatan literasi di perpustakaan, kafe literasi, maupun rumah desa,” katanya.
Salah satu kabarbaiknya adalah hadirnya Gramedia di Banyuwangi. Alfian berharap kehadiran Gramedia Banyuwangi akan mendorong peningkatan literasi di kabupaten ujung timur Pulau Jawa. “Harapan kami kehadiran Gramedia Banyuwangi akan bisa meningkatkan literasi dan kegemaran membaca masyarakat Banyuwangi,” ujarnya. (*)





