KabarBaik.co, Gresik – Sebanyak 27 personel Polres Gresik menerima penghargaan atas prestasi dan kinerja mereka dalam mengungkap berbagai kasus menonjol, mulai dari penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga peredaran narkotika.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dalam upacara yang digelar di Aula Rupatama SAR Polres Gresik, Rabu (24/6).
Kegiatan itu dihadiri Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha, Kabag SDM Kompol Syabain Rahmad Kusriyanto, para pejabat utama (PJU), kapolsek jajaran, perwira, bintara, serta ASN Polres Gresik.
Dalam sambutannya, Ramadhan menegaskan bahwa penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi institusi kepada personel yang menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan capaian kinerja yang berdampak langsung terhadap keberhasilan tugas kepolisian.
“Penghargaan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga, menjadi teladan bagi personel lainnya, sekaligus memotivasi peningkatan kinerja dan loyalitas dalam pelaksanaan tugas,” kata Ramadhan.
Ia menilai penghargaan bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan atas kerja keras anggota dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus mendukung program unggulan “Jogo Gresik”.
Dari total penerima penghargaan, sebanyak 12 personel Satreskrim mendapat apresiasi atas keberhasilan mengungkap kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar dengan barang bukti mencapai 17.000 liter.
Sementara itu, tujuh personel Satresnarkoba menerima penghargaan setelah berhasil menggagalkan peredaran narkotika golongan I jenis sabu dengan barang bukti sekitar 173,917 gram.
Tak hanya di bidang penegakan hukum, prestasi juga ditorehkan enam personel Sattahti yang meraih Juara II dalam implementasi Aplikasi SIMATAHTI Triwulan I Tahun 2026.
Selain itu, dua personel Sikeu mendapat penghargaan karena berhasil membawa Polres Gresik meraih penghargaan dari Kapolri atas pencapaian nilai 100 persen Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Tahun 2025.
Meski memberikan apresiasi kepada personel berprestasi, Ramadhan menegaskan bahwa pembinaan organisasi tetap mengedepankan keseimbangan antara penghargaan dan penegakan disiplin.
Menurut dia, anggota yang melakukan pelanggaran disiplin maupun tindak pidana akan tetap diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Di akhir amanatnya, Ramadhan mengajak seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan empati dan ketulusan dalam bertugas.
“Saya mengajak seluruh anggota Polri untuk menjadi pribadi yang bisa merasa, bukan merasa bisa. Layani masyarakat dengan hati, tetap bersyukur, ikhlas dalam bekerja, terus berikhtiar, dan selalu berdoa,” ujarnya.
Momentum tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi personel sekaligus penyemangat untuk terus mewujudkan Polri yang Presisi dan semakin dekat dengan masyarakat.(*)






