Akibat Cinta Segitiga, Pasutri Lansia di Bojonegoro Dibacok Mantannya 

oleh -1029 Dilihat
IMG 20241028 WA0038 e1730177858234
Korban pembacokan saat mendapat perwatan medis. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Pasangan suami istri (Pasutri) siri berumur lanjut usia (Lansia) di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, menjadi korban pembacokan oleh seorang pria. Terduga pelaku merupakan mantan suami siri korban.

Kedua korban menderita luka yang cukup parah akibat kejadian tersebut. Namun beruntung kedua korban segera mendapatkan pertolongan warga.

Peristiwa berdarah ini ditengarai dilatarbelakangi masalah asmara. Korban perempuan inisial SGT diketahui telah menikah siri dengan terduga pelaku inisial SDR, 66 tahun.

Akan tetapi pada Kamis, 24 Oktober lalu, SGT kabarnya telah menikah lagi secara siri pula dengan JMG, 66 tahun yang menjadi korban pembacokan.

“Pengakuan Pak SDR ini, dia tidak tahu kalau Bu SGT ini nikah siri lagi dengan korban JMG,” kata Yuntik Rahayu, Kepala Desa (Kades) Mojodelik, Selasa (29/10).

Tetapi SGT memberikan pengakuan sebaliknya. Ia mengatakan jika telah meminta izin kepada terduga pelaku untuk menikah lagi.

Puncaknya pada Minggu (27/10) malam. Ketiga orang tersebut bertemu, yaitu SGT, SDR, dan JMG.

“Saat ketiganya bertemu malam itu tidak terjadi pertengkaran, dan pak SDR-nya itu pulang, tapi pas tengah malam sekitar pukul 01.00 WIB, Pak SDR itu keluar rumah bawa arit (sabit) terus membacok Bu SGT dan Pak JMG, mungkin karena nggak terima atau cemburu,” bebernya.

Korban SGT terkena bacokan dengan luka memanjang di area perut, leher, dan beberapa titik bacokan di tangan. Sementara JMG mendapat luka di tangan akibat menangkis sabetan sabit dari SDR.

Setelah membacok kedua korban, SDR langsung pulang dan mengaku kepada anaknya bahwa usai membacok orang. Setelah itu, karena rumah terduga pelaku dekat dengan rumah kades, ia datang ke rumah kades. Saat SDR datang ini, Yuntik mengaku tidak tahu karena masih tidur.

“Beberapa saat setelah saya bangun, suami saya ketika itu saya suruh menunggu di rumah Pak SDR karena takutnya dikeroyok massa, situasi saat itu kan Pak SDR ini dicari oleh banyak orang dan para pemuda,” tutur Yuntik.

Meski dicari banyak orang, pelaku mengaku tidak takut karna ia mengakui apa yang dilakukan adalah perbuatan yang salah dan melawan hukum.

“Ndak apa-apa wong aku memang salah, kata dia,” ucap Yuntik menirukan perkataan SDR.

Setelah kejadian tersebut, Yuntik melaporkan kejadian ini ke Polsek Gayam. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bojonegoro sampai dengan saat ini belum memberikan keterangan terkait kejadian ini. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam


No More Posts Available.

No more pages to load.