KabarBaik.co, Nganjuk — Kasus tragis menimpa seorang wanita pengantin baru di Kabupaten Nganjuk. Korban berinisial DM, 20, menjadi sasaran pembacokan sadis oleh seorang pelajar SMK berinisial RG, 17, di jalan tangkis Dusun Sekarputih, Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom, pada Kamis (11/6) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Akibat serangan tersebut, korban harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka parah di bagian kepala dan lengan kiri.
Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadhi, menjelaskan bahwa sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, pelaku dan korban sempat membuat janji untuk bertemu di lokasi kejadian guna membahas suatu masalah.
“Dari keterangan pelaku, dia berpacaran dengan korban, sebelum akhirnya korban menikah dengan orang lain. Meskipun sudah menikah, pelaku mengaku bahwa korban sering meminta uang, karena sedang hamil,” ungkap Fajar, Sabtu (13/6).
RG yang datang ke lokasi dengan perasaan sakit hati ternyata sudah mempersiapkan senjata tajam jenis pisau.
Begitu bertemu DM, pelaku langsung menyerang korban secara membabi buta. Teriakan minta tolong dari korban membuat pelaku panik dan langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP).
“Tapi keterangan pelaku ini masih akan kami konfrontir dengan keterangan korban. Sebab korban saat ini masih belum bisa dimintai keterangan, karena masih dirawat intensif di rumah sakit,” papar Fajar menambahkan kondisi terkini korban.
Meskipun pelaku sempat melarikan diri ke luar kota, pelariannya tidak berlangsung lama. Tim Resmob Satreskrim Polres Nganjuk berhasil melacak keberadaan RG dan menangkapnya di wilayah Jabon, Mojokerto, pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Sementara itu, Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menegaskan bahwa ada motif asmara terpendam di balik tindakan nekat remaja di bawah umur tersebut.
“Motif pelaku adalah karena cintanya ditolak,” ujar Suria dikonfirmasi terpisah.
Saat ini, pelaku yang berstatus anak di bawah umur tersebut telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Nganjuk.
Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan kronologi dan motif yang sebenarnya secara utuh.






