KabarBaik.co, Blitar – Pembudidaya ikan di Kabupaten Blitar diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan penyakit white spot atau bintik putih yang dapat menyebabkan kematian massal ikan dalam waktu singkat. Penyakit yang sering muncul saat kondisi lingkungan budidaya kurang optimal itu dinilai masih menjadi salah satu ancaman utama bagi usaha perikanan air tawar.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar, Deki Nusa Asmara mengatakan, white spot disebabkan oleh parasit protozoa Ichthyophthirius multifiliis yang menyerang kulit, sirip hingga insang ikan.
“White spot merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai pembudidaya. Meski gejala awalnya hanya berupa bintik-bintik putih kecil, penyebarannya sangat cepat dan berpotensi menimbulkan kerugian besar apabila terlambat ditangani,” ujarnya, Senin (22/6).
Menurut Deki, gejala awal penyakit tersebut sering dianggap sepele karena hanya terlihat seperti butiran garam yang menempel di tubuh ikan. Namun dalam kondisi tertentu, parasit dapat berkembang dengan cepat dan menyebar ke seluruh populasi dalam satu kolam.
Ikan yang terinfeksi biasanya menunjukkan perubahan perilaku, seperti sering menggesekkan tubuh ke dinding kolam, kehilangan nafsu makan, terlihat lemah, hingga berkumpul di sekitar saluran masuk air. “Kalau sudah parah, produksi lendir pada tubuh ikan meningkat dan angka kematian bisa naik dengan cepat. Karena itu deteksi dini sangat penting,” katanya.
Deki menjelaskan, munculnya white spot umumnya dipicu oleh perubahan suhu air secara mendadak, kualitas air yang menurun, kepadatan tebar yang terlalu tinggi, serta stres akibat proses pemindahan atau penanganan ikan. “Sebagian besar kasus berawal dari kualitas lingkungan budidaya yang kurang terjaga. Karena itu yang paling penting sebenarnya adalah menjaga kondisi kolam tetap stabil,” jelasnya.
Untuk mencegah serangan white spot, pembudidaya diminta rutin memantau kualitas air, menghindari kepadatan ikan yang berlebihan, menerapkan karantina pada ikan baru, serta mengurangi potensi stres selama masa pemeliharaan.
“Kalau ada gejala yang mengarah ke white spot, jangan menunggu terlalu lama. Segera konsultasikan dengan petugas atau laboratorium kesehatan ikan agar penanganannya tepat dan tidak menyebar ke seluruh kolam,” pungkasnya. (*)






