KabarBaik.co, Sidoarjo – Razia tempat yang diduga menjadi lokasi prostitusi terselubung di kawasan Kemasan, Desa Kemerakan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Sabtu (11/7) malam, diduga bocor. Saat Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Mimik Idayana memimpin operasi gabungan, seluruh warung remang-remang yang menjadi sasaran sudah dalam kondisi tutup dan sepi.
Operasi yang melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sidoarjo itu menyasar kawasan di belakang sisi timur RSUD Sidoarjo Barat. Namun, setibanya di lokasi, petugas hanya menemukan deretan warung yang gelap tanpa aktivitas dan bilik-bilik kosong yang diduga biasa digunakan untuk praktik prostitusi.
Kawasan Kemasan sendiri tak hanya dikenal sebagai lokasi prostitusi terselubung. Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, area tersebut juga kerap dijadikan tempat aktivitas perjudian, mulai dari sabung ayam hingga Judi kartu kartu. Beragam aktivitas ilegal itu diduga telah berlangsung dan meresahkan warga sekitar.
Di tengah penyisiran, Mimik Idayana mendapati seorang perempuan yang masih berada di lokasi. Ia kemudian menanyakan alasan seluruh warung telah tutup sebelum petugas datang.
“Ibu di sini ngapain dan asli mana? Kok warungnya tutup?” tanya Mimik kepada perempuan tersebut.
Perempuan yang mengaku sebagai pedagang itu menyebut penutupan warung dilakukan setelah beredar kabar akan adanya razia. “Saya di sini lagi jualan, Bu. Ini tadi tutup karena dapat informasi kalau mau ada razia,” ujarnya.
Pengakuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa informasi operasi telah lebih dahulu tersebar sehingga para penghuni lokasi meninggalkan kawasan sebelum petugas tiba. Akibatnya, razia tidak berhasil menjaring seorang pun yang diduga terlibat dalam praktik prostitusi.
Meski demikian, Mimik menegaskan operasi penertiban akan terus dilakukan. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menekan praktik prostitusi yang berpotensi menjadi salah satu faktor penyebaran HIV di daerah.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo hingga akhir April 2026, jumlah kasus HIV telah mencapai 7.182 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.518 penderita berdomisili di Sidoarjo, sedangkan 2.664 lainnya berasal dari luar daerah.
Pemkab Sidoarjo memastikan penertiban serupa akan terus digelar di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi prostitusi. Selain penegakan aturan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya melindungi masyarakat dari risiko penyebaran HIV serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat.(*)






