KabarBaik.co, Nganjuk – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Konten Budaya Lokal di Ruang Audiovisual.
Kegiatan ini menghadirkan para pakar literasi dan sejarah terkemuka, seperti pegiat sejarah Sukadi, Ketua GPMB Jawa Timur Bambang Prakoso, dan penulis Aditya Akbar Hakim guna menyuntikkan ilmu kepenulisan kepada para peserta.
“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Dari total 243 pendaftar, setelah melalui proses kurasi dipilih 100 peserta untuk mengikuti bimtek ini. Kami berharap karya yang dihasilkan nantinya mampu mengangkat dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal Kabupaten Nganjuk kepada masyarakat luas,” ujar Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk, Alwiah Supu Yusuf, saat membuka acara secara resmi, Senin (22/6).
Memasuki sesi materi, atmosfer ruang audiovisual semakin hidup. Pada sesi pertama, Bambang Prakoso memacu motivasi peserta dengan membedah rekam jejak para tokoh bangsa yang lahir dari rahim literasi.
“Mari kita menelusuri gagasan besar para pendiri bangsa dan melihat bagaimana kebiasaan membaca menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka membangun negeri,” ungkap Bambang.
Tak kalah memikat, Aditya Akbar Hakim kemudian mengambil alih panggung dengan membagikan formula jitu menggali ide serta menjaga konsistensi dalam berkarya.
Ia menekankan bahwa terpilihnya peserta dalam bimtek ini barulah sebuah gerbang awal, yang harus dirawat dengan riset mendalam agar tulisan mereka memiliki bobot yang kuat.
“Jangan cepat berpuas diri. Tulisan yang dihasilkan dari bimtek ini dapat terus dikembangkan menjadi karya yang lebih komprehensif, bahkan berpotensi menjadi sebuah buku. Dengan demikian, semangat untuk terus berkarya akan tetap terjaga,” tutur Aditya memotivasi.
Antusiasme peserta terlihat jelas lewat diskusi interaktif yang dinamis di setiap sesi. Program pembekalan ini sendiri dipastikan belum usai, karena Pemerintah Kabupaten Nganjuk menjadwalkan kelanjutan sesi berikutnya pada pekan mendatang demi melahirkan kreator konten lokal yang berkualitas dan mampu melestarikan sejarah daerah.






