Ini Langkah Bupati Pasuruan Mengatasi Sampah Menggunung di Wilayahnya

oleh -93 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 17 at 12.48.05
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, melakukan penandatanganan kerjasama penanganan sampah. (Foto: Zia Ulhaq)

KabarBaik.co, Pasuruan – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menargetkan 2-3 tahun mendatang tak ada lagi timbulan sampah di Kabupaten Pasuruan, khususnya di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Target tersebut disampaikan ini usai menandatangani perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan pihak ketiga PT Republik Waste Management (RWM).

Pejabat yang akrab disapa Mas Rusdi itu, permasalahan gunungan sampah yang ada di TPA masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dicarikan solusinya. Karena itu, dengan MoU ini banyak rencana yang akan diambil demi mengurangi volume sampah di TPA. “MoU ini adalah salah satu usaha Pemkab Pasuruan untuk mengurai permasalahan sampah di Kabupaten Pasuruan,” kata Mas Rusdi.

Menurut Mas Rusdi, volume sampah yang keluar masuk TPA Wonokerto setiap harinya mencapai 200-300 ton. Jumlah tersebut cukup banyak, mengingat seluruh sampah yang ada di TPS secara otomatis dibuang ke TPA. “Belum lagi sampah di TPA yang lama di Desa Kenep maupun sampah dari rumah tangga dan industri, juga masih banyak dan harus segera diselesaikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT RWM, Ekananta Niky Indragiri, menjelaskan ada tiga project scope yang telah disiapkan, yakni landfill minning facility, yaitu membangun dan mengoperasionalkan Fasilitas Landfill Minning dan TPST RDF. Lalu, mengoptimalkan kapasitas RDF Plant yang saat ini telah beroperasi di Kecamatan Kejayan untuk menampung seluruh SSRT Industri.

Sedangkan, pola kerja sama meliputi penyiapan lahan, alat berat, tenaga kerja dan operasionalnya, pemanfaatan tanah hasil landfill minning, penyiapan investasi teknologi, pembuatan feasibility supply sampai kontrubusi pada PAD, juga selalu diingatkan. “Kita ada project planning, karena tahapan ini merupakan perencanaan yang optimis, finalisasi project sangat ditentukan waktu proses kerja sama antara swasta dan pemerintah,” terangnya.

Dengan MoU ini, pengolahan sampah di Kabupaten Pasuruan bisa dilakukan dalam waktu dekat dan dapat tertangani dengan baik. “Karena kalau melihat di daerah lain, banyak yang cukup memprihatikan dalam pengolahan sampah. Mumpung belum terlambat, maka kami akan bekerja keras, ” terangnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.