Kinerja Positif 530 Koperasi Merah Putih di Jatim, Omzet Harian Tembus Belasan Juta

oleh -306 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 02 at 9.58.40 AM
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa. (Irma Hari Trisiawardani)

KabarBaik.co, Surabaya – Sebanyak 530 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jatim yang telah diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto mulai menunjukkan kinerja positif. Pada fase awal operasional, sejumlah koperasi bahkan mampu membukukan omzet hingga belasan juta rupiah per hari.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa mengatakan, Pemprov Jatin kini memfokuskan perhatian pada pendampingan operasional agar seluruh koperasi berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Yang sudah beroperasi sesuai peresmian Presiden jumlahnya 530 koperasi yang tersebar di delapan kabupaten/kota. Sekarang fokus kami memastikan seluruh operasionalnya berjalan sesuai standar,” ujar Endy di Surabaya, Kamis (2/7).

Menurut Endy, capaian awal tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa. Mayoritas koperasi saat ini masih mengandalkan penjualan kebutuhan pokok dengan harga yang mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Perkembangannya sangat positif. Bahkan ada koperasi yang omzet hariannya sudah mencapai belasan juta rupiah. Mayoritas menjual bahan pokok sesuai HET,” katanya.

Program KDKMP merupakan bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di Jawa Timur. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 5.600 koperasi di berbagai desa dan kelurahan.

Dari jumlah tersebut, sekitar 2.500 hingga 3.000 unit telah selesai dibangun secara fisik. Saat ini, koperasi tersebut masih menjalani penyempurnaan sistem digital, administrasi, serta utilitas sebelum resmi melayani masyarakat.

Untuk menjaga kualitas layanan, Diskop UKM Jawa Timur melakukan evaluasi secara berkala terhadap operasional koperasi. Pengawasan dilakukan mulai dari kesiapan sistem kasir, jam operasional, kesiapan sumber daya manusia, hingga percepatan input ribuan jenis produk ke dalam sistem.

“Kami memastikan seluruh SOP dijalankan. Jam buka, jam tutup, kesiapan pegawai, semuanya kami cek agar pelayanan kepada masyarakat benar-benar optimal,” ujar Endy.

Dalam rantai pasoknya, kebutuhan pokok koperasi didukung oleh PT Agrinas sebagai mitra penyedia komoditas strategis. Saat ini, penjualan terbesar masih berasal dari beras, gula, minyak goreng, LPG, serta berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.

Endy menegaskan kehadiran KDKMP bukan untuk bersaing dengan jaringan ritel modern, melainkan memperkuat akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

“Koperasi ini fokus memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok sesuai HET. Ini menjadi jaminan terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” jelasnya.

Ke depan, peran KDKMP juga akan diperluas tidak hanya sebagai gerai kebutuhan pokok. Para manajer koperasi yang saat ini mengikuti pelatihan didorong mengembangkan unit usaha sesuai potensi ekonomi di masing-masing daerah.

Pengembangan tersebut mencakup sektor pertanian, hortikultura, hingga peternakan rakyat agar koperasi mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi desa sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.

“Setiap daerah memiliki potensi usaha yang berbeda. Nantinya koperasi akan dikembangkan sesuai karakter ekonomi lokal sehingga tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa,” pungkas Endy. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.