Ledakan Bom Timer Gegerkan Lapangan Bhara Daksa, Bagian dari Simulasi HUT Bhayangkara ke-80 Polda NTB

oleh -265 Dilihat
IMG 20260629 WA0056
"Ledakan Bom" simulasi HUT Bhayangkara ke-80 oleh Polda NTB. (Foto: Arief Rahman) 

KabarBaik.co, Mataram – Suara ledakan keras dari sebuah bom berpengatur waktu (timer bomb) sempat menggegerkan kawasan Lapangan Bhara Daksa Polda Nusa Tenggara Barat, Senin (29/6). Namun, ledakan tersebut merupakan bagian dari simulasi penanganan aksi kriminal dan teror yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Simulasi bertajuk Patroli Rinjani Presisi itu melibatkan berbagai satuan kerja di lingkungan Polda NTB, mulai dari operator layanan darurat 110, Tim Patroli Presisi, Tim Jatanras Ditreskrimum, Crime Response Team (CRT) Brimob, Tim Penjinak Bom (Jibom), Unit Anti Drone, Tim Dokkes, hingga Tim Inafis.

Peragaan diawali dengan skenario aksi pembegalan dan penjambretan terhadap seorang pengendara sepeda motor perempuan oleh lima pelaku yang membawa senjata tajam dan senjata api. Korban kemudian menghubungi layanan darurat Polri 110 yang langsung direspons Command Center Polda NTB dengan mengerahkan Tim Patroli Presisi ke lokasi.

Setibanya di tempat kejadian perkara, petugas meminta keterangan korban terkait identitas dan jumlah pelaku, sementara Tim Dokkes memberikan pertolongan pertama sebelum korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Tim Jatanras berhasil mengidentifikasi lokasi persembunyian para pelaku di sebuah rumah. Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada Kapolda NTB yang memerintahkan penebalan personel dari Tim CRT Brimob untuk melakukan pengejaran dan penindakan.

Saat empat pelaku keluar menggunakan dua sepeda motor sambil membawa senjata api, Tim CRT melakukan pembuntutan. Aksi penangkapan mendapat perlawanan sehingga terjadi baku tembak. Dalam simulasi tersebut, satu pelaku berhasil dilumpuhkan setelah terjatuh dari sepeda motornya.

Ketika petugas hendak mengevakuasi pelaku yang terluka, seorang pelaku lain mendekati personel sambil membawa bom bunuh diri. Ancaman itu segera direspons Tim Jibom dengan melakukan sterilisasi lokasi. Situasi kemudian semakin menegangkan ketika dua pelaku lainnya kembali masuk ke rumah persembunyian.

Pada saat yang sama, seorang personel CRT terdepan digambarkan terkena serpihan ledakan sehingga rekan-rekannya melaksanakan prosedur man down untuk mengevakuasi korban sebelum melanjutkan operasi. Ancaman berikutnya datang dari penggunaan drone bermuatan bahan peledak yang meledak di dekat kendaraan taktis Tim CRT.

Merespons kondisi tersebut, Unit Anti Drone langsung melakukan pemindaian frekuensi dan mendeteksi keberadaan drone lain yang keluar dari dalam rumah. Drone tersebut berhasil diambil alih kendalinya, kemudian diarahkan ke lokasi aman untuk diledakkan secara terkendali.

Dalam proses sterilisasi, operator Jibom berhasil mengamankan sebuah drone yang membawa bahan peledak. Setelah dilakukan identifikasi, diketahui bahan peledak tersebut telah dipasang sistem pengatur waktu sehingga tidak memungkinkan untuk dipindahkan ke lokasi aman.

Operator kemudian memutuskan keluar dari bangunan demi keselamatan. Namun sebelum berhasil meninggalkan lokasi sepenuhnya, bom timer meledak dengan keras sehingga operator terpental akibat daya ledak yang cukup besar. Beberapa saat kemudian, operator dinyatakan selamat dan kembali menuju Pos Komando Taktis (Poskotis) untuk melanjutkan operasi.

Setelah situasi dinyatakan aman, Tim CRT melaksanakan operasi raid terhadap rumah persembunyian para pelaku.
Rangkaian simulasi ditutup dengan olah tempat kejadian perkara oleh Tim Inafis Polda NTB setelah seluruh perkembangan situasi dilaporkan kepada Command Center.

Peragaan ini menjadi salah satu atraksi utama dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Polda NTB. Melalui simulasi tersebut, Polda NTB memperlihatkan kesiapsiagaan personel, koordinasi lintas fungsi, serta kemampuan menghadapi berbagai ancaman, mulai dari kejahatan jalanan hingga aksi teror yang memanfaatkan teknologi drone, secara cepat, terukur, dan profesional. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.