Mantan Pegawai BPPN Diduga Terlibat Kasus Kematian Sekdin PRKP Bangkalan

oleh -143 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 26 at 12.38.15 PM
Penampakan pria yang terakhir bersama Sekreatris Dinas PRKP Bangkalan sebelum ditemukan tewas (Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Memasuki hari ke-13 sejak ditemukannya jasad Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (PRKP) Kabupaten Bangkalan Ruly Yunis Setiawati, di dalam mobil di area parkir Bandara Internasional Juanda, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Hingga kini, polisi masih mencari keberadaan pria bernama tunggal Erlan, 54, yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Nama Erlan mencuat setelah hasil penelusuran rekaman CCTV dan data kependudukan mengarah kepada dirinya. Pria itu diketahui pernah bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), sehingga di lingkungan sekitarnya dikenal dengan julukan ’Erlan BPPN’.

Riwayat pekerjaan tersebut menjadi salah satu informasi yang ikut ditelusuri penyidik. BPPN sendiri telah dibubarkan pemerintah pada 2004, sementara aktivitas Erlan setelah meninggalkan lembaga tersebut kini masih didalami sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menerima perkembangan penyelidikan dari kepolisian melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP). Berdasarkan informasi yang diterima, pelaku masih dalam pencarian aparat.

“Sampai hari ini, berdasarkan SP2HP yang kami terima, proses penyelidikan masih berjalan dan terduga pelaku belum berhasil diamankan. Kami berharap kepolisian dapat segera menangkap yang bersangkutan agar perkara ini segera menemui titik terang,” ujar Risang, Selasa (7/7).

Menurut Risang, berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, Erlan diketahui pernah bekerja di BPPN. Namun, ia menegaskan bahwa informasi tersebut hanya menjadi bagian dari identitas terduga pelaku dan tidak berkaitan dengan proses hukum yang sedang berjalan.

“Informasi mengenai riwayat pekerjaan yang bersangkutan kami peroleh dari hasil penelusuran. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana aparat dapat segera menemukan keberadaannya untuk kepentingan penyidikan,” katanya.

Selain melakukan penelusuran melalui rekaman CCTV, penyidik juga mengembangkan pencarian berdasarkan data administrasi kependudukan. Dari hasil penelusuran itu, Erlan diketahui tercatat memiliki dua alamat, yakni di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, dan di kawasan Komando Wilayah Pertahanan 3 (Komwilhan 3), Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Di sisi lain, beredar berbagai informasi mengenai lokasi persembunyian Erlan. Mulai dari dugaan berada di sebuah pondok pesantren di Jawa Barat hingga kabar yang menyebut dirinya melarikan diri ke wilayah Jawa Tengah. Namun hingga kini informasi tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.

Risang mengimbau siapa pun yang mengetahui keberadaan Erlan agar bersikap kooperatif dengan memberikan informasi kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, dukungan masyarakat sangat diperlukan agar proses penyelidikan berjalan lebih cepat.

“Kami juga meminta kepada yang bersangkutan untuk menyerahkan diri. Jika ada keluarga atau pihak yang mengetahui keberadaannya, sebaiknya segera mengantarkan ke kantor polisi terdekat agar proses hukum dapat berjalan sebagaimana mestinya,” tutup Risang.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.