KabarBaik.co, Jombang – Panitia lokal Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan muktamar yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada akhir Agustus 2026.
Sebanyak 2.000 panitia lokal mengikuti apel siaga di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Said, Rabu (22/7).
Apel tersebut diikuti unsur pengamanan pesantren, Liaison Officer (LO), petugas akomodasi, parkir, Banser, MWC NU, hingga GASMI, serta dihadiri Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan apel siaga menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh panitia memahami tugas dan tanggung jawabnya.
“Masih ada sekitar 35 hari menuju pelaksanaan muktamar. Kami menyiagakan sekitar 2.000 panitia lokal agar koordinasi di setiap bidang berjalan optimal,” ujarnya.
Menurut Gus Rozaq, apel serupa akan kembali digelar sebagai bagian dari pembekalan dan penyamaan persepsi bagi seluruh personel.
Ia menyebut progres persiapan infrastruktur kini telah mencapai sekitar 70 persen. Sejumlah pekerjaan yang masih dikebut meliputi pembangunan area parkir seluas tiga hektare, kawasan bazar, serta dapur umum berkapasitas sekitar 2.000 meter persegi yang didukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dapur umum tersebut disiapkan untuk melayani kebutuhan panitia maupun rombongan penggembira yang hadir selama muktamar.
“Peserta resmi mendapatkan layanan katering tiga kali sehari. Sementara rombongan penggembira juga kami upayakan tetap memperoleh pelayanan dasar seperti minuman hangat dan sarapan,” katanya.
Panitia memperkirakan sekitar 200 ribu tamu akan memadati kawasan pesantren selama muktamar. Pengamanan akan melibatkan unsur keamanan pesantren, Banser, GASMI, Pagar Nusa, Polri, dan TNI.
Sementara itu, proses registrasi peserta maupun bakal calon pengurus sepenuhnya menjadi kewenangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Panitia lokal berfokus pada penyediaan fasilitas penunjang seperti akomodasi, transportasi, MCK, hingga layanan kesehatan.
Berdasarkan data sementara dari PBNU, sekitar 3.300 peserta resmi dari PCNU dan PWNU akan mengikuti muktamar.
Kegiatan ini juga akan dihadiri delegasi Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari sejumlah negara, di antaranya Maroko, Mesir, Suriah, Arab Saudi, dan Nigeria.







