KabarBaik.co, Surabaya – National Hospital Surabaya resmi menjalin kerja sama strategis dengan CryoCord Indonesia untuk memperluas akses layanan terapi berbasis sel punca (stem cell) di Indonesia. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang diharapkan dapat mendorong pengembangan kedokteran regeneratif di tanah air.
Penandatanganan MoU berlangsung di National Hospital Surabaya dan dihadiri Chief Executive Officer National Hospital Ang Hoey Tiong, Chief Information Officer National Hospital Alexander Ang, Direktur National Hospital dr. Hendera Henderi, Sp.OG, MHPM, Managing Director CryoCord Group James Then, serta perwakilan CryoCord Indonesia, Daniel Limanto.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak berkomitmen menghadirkan layanan terapi sel punca yang aman, etis, dan bertanggung jawab sesuai dengan regulasi serta standar klinis yang berlaku di Indonesia.
Kolaborasi tersebut juga membuka peluang bagi pasien untuk memperoleh terapi berbasis sel punca pada sejumlah bidang medis, seperti ortopedi dan bedah plastik. Namun, setiap tindakan tetap harus melalui penilaian indikasi medis dan memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku.
CryoCord Group selama ini dikenal sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang terapi sel dan gen di Asia Tenggara. Tak hanya menyediakan layanan penyimpanan sel punca, perusahaan tersebut juga mengembangkan berbagai teknologi terapi lanjutan.
Melalui kerja sama dengan National Hospital, klien yang menyimpan sel punca di fasilitas CryoCord berkesempatan memanfaatkan sel punca tersebut untuk anggota keluarga yang membutuhkan terapi, sepanjang memenuhi persyaratan medis dan memperoleh persetujuan dari tim Regenerative Medicine National Hospital.
Direktur National Hospital, dr. Hendera Henderi menegaskan, seluruh layanan terapi nantinya akan dilakukan di bawah pengawasan tenaga kesehatan profesional dengan tetap mengedepankan etika kedokteran dan keselamatan pasien.
“Sebagai rumah sakit yang berkomitmen menghadirkan teknologi medis terkini, inovasi, dan layanan kesehatan berstandar internasional, kami terus berupaya memastikan masyarakat Indonesia dapat memperoleh pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus pergi ke luar negeri. Kolaborasi bersama CryoCord menjadi salah satu langkah nyata untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih maju, preventif, dan berorientasi pada masa depan,” ujarnya, Senin (6/7).
Sementara itu, Managing Director CryoCord Group James Then mengatakan kerja sama tersebut merupakan upaya menghubungkan hasil riset laboratorium dengan penerapan terapi di dunia klinis.
Menurutnya, CryoCord tidak hanya berfokus pada penyimpanan sumber biologis berupa sel punca dari tali pusat dan darah tali pusat, tetapi juga berkomitmen memperluas akses terhadap terapi yang telah melalui pertimbangan ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.
James menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir CryoCord juga mengembangkan berbagai teknologi terapi sel dan gen, di antaranya terapi Natural Killer (NK) Cell, Cytokine-Induced Killer (CIK) Cell, Extracellular Particles (EP), hingga CAR T-Cell. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan inovasi pengobatan di masa depan.
National Hospital menilai kerja sama ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan kedokteran regeneratif tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri.
Ke depan, National Hospital dan CryoCord berkomitmen terus mengembangkan inovasi layanan kesehatan sekaligus mendukung terbentuknya ekosistem kedokteran regeneratif yang semakin kuat di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam bidang teknologi medis. (*)








