KabarBaik.co, Surabaya – Nasib malang menimpa seorang pelajar kelas 2 SMA Swasta di Sepanjang, Sidoarjo, berinisial GAD. Remaja yang berniat merayakan Anniversary ke-99 Persebaya bersama keluarga dan teman-temannya itu justru meninggal setelah menjadi korban sabetan senjata tajam (sajam).
Peristiwa nahas tersebut terjadi di Jalan Sumatera, dekat Kafe Kateko, Surabaya, pada Kamis (18/6) malam. Berdasarkan keterangan kakak kandung korban, Sonya Cantika, insiden bermula ketika ada sekelompok orang yang membuat keributan dan melakukan pengeroyokan di lokasi tersebut.
Melihat ada orang lain yang menjadi korban perlakuan tidak adil, hati GAD tergerak untuk melerai dan melindungi korban pengeroyokan. Namun, niat mulia itu justru berbalik menjadi bencana.
“Adik saya niatnya melerai, membela, tapi ternyata yang bikin onar itu bawa-bawa senjata tajam,” ujar Sonya dengan nada sedih.
Ternyata, salah satu oknum yang terlibat keributan sempat terjatuh, namun diketahui membawa senjata tajam. Karena emosi dan mengamuk membabi buta, pelaku justru menyerang GAD yang sedang berusaha mendamaikan.
Akibat serangan tersebut, GAD mengalami luka parah di bagian tangan kiri yang mengeluarkan banyak darah. Selain GAD, rekannya yang berinisial B juga menjadi korban dan mengalami luka sabetan cukup parah di bagian punggung.
Keduanya segera dilarikan ke Rumah Sakit Ubaya untuk mendapatkan penanganan medis. Sayangnya, kondisi GAD terus memburuk akibat perdarahan yang tidak bisa ditangani. Nyawa pelajar tersebut akhirnya tidak dapat tertolong.
“Kata dokter tangan kiri adek saya terdapat darah yang keluar terus. Akhirnya kondisinya tidak memungkinkan,” tutur Sonya.
Sementara itu, rekannya, B, masih dalam kondisi kritis dan terus mendapatkan perawatan intensif.
Sonya menyampaikan duka mendalam dan berharap aparat kepolisian dapat segera menangkap pelaku agar dihukum sesuai dengan perbuatannya.
“Pokoknya saya pasrahkan ke polisi agar pelaku dihukum setimpal,” tegasnya.
Kepolisian Masih Mendalami Kasus
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tambaksari Iptu Amir membenarkan adanya kejadian berdarah tersebut. Ia memastikan bahwa satu orang meninggal dunia dan satu lainnya masih dalam perawatan.
“Lokasi di Jalan Sumatera, sementara yang meninggal dunia terdata satu orang. Korban pertama kali dirawat di RS Ubaya, kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara,” terang Amir.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan bukti-bukti dan memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap identitas serta menangkap pelaku yang masih buron.
“Kasus ini masih terus kita dalami,” pungkasnya. (*)






