KabarBaik.co – Plh Sekda NTB Lalu Moh Faozal menegaskan bahwa cadangan beras di wilayah NTB berada dalam kondisi sangat aman. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan dan harga di pasaran.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Saat ini Bulog memiliki stok sekitar 154 ribu ton beras medium. Jumlah ini mencukupi kebutuhan masyarakat hingga sepuluh bulan ke depan, bahkan bisa sampai satu tahun,” ujar Faozal, Rabu (21/1).
Penegasan tersebut disampaikan Faozal usai melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik rantai pasok pangan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB.
Selain memastikan ketersediaan beras, TPID NTB juga memantau pasokan protein hewani dengan meninjau PT Baling Baling Bambu di kawasan Bertais. Dari hasil koordinasi dengan pihak pelaku usaha, ketersediaan telur dan daging ayam menjelang bulan suci Ramadan dipastikan dalam kondisi terkendali.
Faozal menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Perum Bulog, serta pelaku usaha dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, sekaligus melindungi petani dan peternak lokal. Langkah tersebut mencakup optimalisasi penyerapan gabah petani serta dukungan terhadap ketersediaan pakan ternak.
“Kita memiliki potensi besar untuk swasembada pakan ternak ayam karena bahan baku, terutama jagung, sangat melimpah. Pemerintah akan membantu kelancaran distribusi pasar, khususnya telur yang masa simpannya relatif singkat, agar harga tetap stabil dan peternak terlindungi,” katanya.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Pemprov NTB optimistis stabilitas harga dan ketersediaan pangan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah hingga hari besar keagamaan, termasuk Idul Fitri dan Idul Adha 2026, dapat terjaga dengan baik.
Pemprov NTB memastikan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan pengendalian pasokan pangan guna menjaga daya beli masyarakat serta mencegah terjadinya gejolak harga di pasaran. (*)









