Satpam Perumahan di Malang Tewas Ditusuk Saat Kejar Maling

oleh -129 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 10 at 6.57.02 PM
Lokasi kejadian tewasnya Satpam saat mengejar maling (foto: istimewa)

KabarBaik.co, Malang – Duka menyelimuti warga Jalan Slamet RT 06 RW 03, Kelurahan Cemorokandang, Kedungkandang, Kota Malang, usai Mat Suhadi, 51, seorang satpam Perumahan Cemara Diamond Townhouse, tewas setelah ditusuk saat mengejar maling.

Pria yang akrab disapa Pak Min itu sempat menjalani operasi di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, namun nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (10/5) pagi.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Sabtu (9/5) petang. Berdasarkan keterangan warga, korban menerima laporan adanya dua orang mencurigakan yang diduga membawa kusen dan material galvalum dari area perumahan yang dijaganya.

Korban kemudian mendatangi lokasi dan mendapati kantor pemasaran perumahan dalam kondisi berantakan. Menyadari adanya dugaan pencurian, Mat Suhadi langsung mengejar para pelaku hingga ke Jalan Raya Cemorokandang, tepatnya di sekitar Jembatan Amprong.

“Pada Sabtu sekitar jam 17.30 WIB, beliau menerima laporan kalau ada orang mencurigakan bawa kusen dan galvalum dari perumahan. Setelah dicek ternyata benar, lalu dikejar sampai ke Jalan Raya Cemorokandang,” ujar Ima, salah satu warga sekitar, Minggu (10/5).

Dalam upayanya menghentikan pelaku, korban sempat terlibat perkelahian. Namun nahas, karena kalah jumlah, Mat Suhadi justru menjadi korban penusukan di bagian perut.

“Dia ditusuk, cuma saya tidak tahu pakai apa. Yang jelas kena di bagian perut,” terang Ima.

Meski mengalami luka serius, korban masih sempat berjalan menuju rumah keponakannya di Jalan Santoso untuk meminta pertolongan.

“Rumah keponakannya persis di samping rumah saya. Saat datang habis Isya, meski perutnya berdarah-darah, beliau masih sadar, bahkan sempat minum air putih sendiri sebelum akhirnya kondisinya kritis saat ambulans datang,” tambahnya.

Korban kemudian dilarikan ke RSSA Malang dan langsung menjalani operasi pada malam harinya. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Sudah dibawa ke RSSA dan sempat dioperasi malam itu juga. Tapi Minggu pagi kami mendapat kabar beliau meninggal,” ujarnya.

Kini, warga berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku penusukan yang menyebabkan Mat Suhadi kehilangan nyawa saat menjalankan tanggung jawab menjaga keamanan lingkungan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.