KabarBaik.co – Seniman dan budayawan di Kota Batu menagih janji Pemerintah Kota (Pemkot) Batu untuk membangun laboratorium kebudayaan. Mereka menilai keberadaan fasilitas itu penting sebagai upaya pelestarian seni dan budaya lokal yang kini terancam punah akibat gerusan zaman.
Ketua Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB), Sunarto mengatakan, regenerasi pelaku seni dan budaya tidak bisa hanya mengandalkan kesadaran generasi muda. Perlu ada langkah sistematis dan terstruktur dari pemerintah.
“Yang paling representatif menurut kami yakni pembangunan laboratorium budaya. Laboratorium itu bisa berupa sekolah budaya atau sekolah kesenian,” ujarnya, Senin (15/9).
Sunarto menjelaskan, melalui laboratorium budaya siswa dapat mempelajari teknologi tradisional yang melekat pada sebuah budaya. Bahkan, ajaran itu bisa dipadukan dengan ilmu metalurgi sehingga memberi pemahaman ilmiah terhadap karya seni yang selama ini dianggap mistis.
“Itu sekaligus membuktikan bila segala sesuatu yang dianggap mistis bisa dijelaskan juga secara ilmiah,” kata Sunarto.
Menurut Sunarto, gagasan tersebut juga bisa dikolaborasikan dengan wacana pendirian SMK Kesenian. Dengan begitu, pembelajaran seni dan budaya tidak hanya bersifat umum, melainkan lebih spesifik, termasuk pemahaman ritual adat yang kerap dianggap klenik.
“Misalnya kawasan Candi Songgoriti dulunya dikenal sebagai tempat membuat logam dan keris. Laboratorium budaya akan membimbing siswa agar tidak terjebak dengan cerita mistiknya,” jelas Sunarto.
Sunarto menyebut usulan pembangunan laboratorium budaya sudah pernah dikomunikasikan dengan Pemkot Batu. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut nyata. “Harapannya pemerintah bisa segera merealisasikan agar proses regenerasi seniman dan budayawan di Kota Batu tidak mandek,” tegasnya. (*)






