KabarBaik.co – Di penghujung akhir tahun 2025 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi pada periode 27 hingga 31 Desember 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, menyampaikan bahwa Kabupaten Bojonegoro termasuk salah satu wilayah di Jawa Timur yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem pada periode tersebut. Kondisi ini ditandai dengan peluang terjadinya hujan berintensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.
“Berdasarkan informasi cuaca, terdapat peningkatan potensi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai oleh masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana,” ujar Heru, Sabtu (27/12).
Heru menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh aktifnya Monsun Asia serta adanya Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia, tepatnya di selatan Jawa Barat. Meski tidak berdampak langsung, fenomena tersebut turut memengaruhi dinamika cuaca di Jawa Timur, termasuk Bojonegoro.
Selain itu, kondisi atmosfer lokal yang labil juga mendukung pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Akibat kondisi tersebut, masyarakat diminta mewaspadai berbagai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan banjir bandang, angin kencang hingga puting beliung, serta tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan selatan.
Dampak lain yang berpotensi terjadi antara lain jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang. “Wilayah yang perlu mendapatkan perhatian khusus berada di beberapa kecamatan bagian selatan, seperti Kecamatan Sekar, Gondang, Temayang, dan Dander. Selain itu, wilayah barat Bojonegoro seperti Kecamatan Tambakrejo, Ngasem, dan Ngambon juga berpotensi terdampak,” jelasnya.
BPBD Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dimasa libur natal dan tahun baru ini, guna menghindari aktivitas berisiko saat cuaca buruk, serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila terjadi kondisi darurat atau bencana di wilayah masing-masing. (*)






