KabarBaik.co, Jember – Liburan berujung duka dialami oleh seorang pelajar SMP berinisial AHA, 13 tahun di Jember. Remaja tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah terseret arus kuat Sungai Bedadung, tepatnya di sekitar Jembatan Nuris yang membatasi Kelurahan Baratan (Kecamatan Patrang) dan Kelurahan Antirogo (Kecamatan Sumbersari).
Pihak kepolisian dari Polsek Patrang mengonfirmasi bahwa mereka langsung meluncur ke lokasi kejadian sesaat setelah mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar. “Kami menerima laporan mengenai insiden orang tenggelam sekitar pukul 13.00 WIB. Personel kami segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim BPBD,” jelas Kanit Reskrim Polsek Patrang, Ipda Mustaqim Romli, Rabu (1/7).
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban merupakan warga Jalan Baturaden, Kelurahan Tegalgede, yang juga tercatat sebagai siswa SMPN 1 Jember. Peristiwa tragis ini bermula ketika korban sedang asyik bermain air di sungai bersama tiga rekannya, yaitu AY, BP, dan FP.
Di tengah aktivitas mereka, sandal milik korban mendadak terlepas dan hanyut terbawa arus sungai. Korban spontan berusaha mengejar dan meraih sandalnya yang terbawa air. “Korban ternyata tidak memiliki kemampuan berenang, sehingga langsung terseret arus dan tenggelam. Rekan-rekan korban sempat mencoba memberikan pertolongan,” katanya.
Namun karena arus yang membahayakan dan mereka hampir ikut tenggelam, ketiga temannya terpaksa kembali ke tepi sungai untuk mencari bantuan luar.
Tim SAR gabungan dari unsur kepolisian dan BPBD segera melakukan penyisiran intensif di sekitar area hilangnya korban. Setelah pencarian yang berlangsung selama beberapa jam, tubuh korban akhirnya berhasil dievakuasi. “Korban ditemukan sekitar pukul 15.51 WIB di dasar sungai dengan kedalaman kurang lebih 4 meter, sudah dalam keadaan meninggal dunia,” pungkas Mustaqim.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSD dr. Soebandi untuk menjalani proses visum/autopsi. Berdasarkan pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga telah mengikhlaskan kepergian korban dan menganggap kejadian ini sebagai musibah murni. (*)






