KabarBaik.co, Malang – Pemkot Malang mulai mempersiapkan penerimaan peserta didik baru untuk Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA). Namun, pada tahun ajaran 2026/2027, para siswa dipastikan belum dapat mengikuti kegiatan belajar di Kota Malang karena gedung permanen Sekolah Rakyat masih belum tersedia.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang Donny Sandito mengatakan sebanyak 75 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel) akan sementara ditempatkan di Sekolah Rakyat yang telah memiliki fasilitas permanen.
“Informasi dari Kementerian Sosial, siswa SRMA Kota Malang nantinya akan dititipkan di Sekolah Rakyat yang sudah siap, bisa di Kota Blitar, Kabupaten Blitar, atau Kabupaten Malang. Saat ini masih menunggu perkembangan lebih lanjut,” ujarnya, Minggu (28/6).
Menurut Donny, Kota Malang pada tahun ini hanya mendapat tugas melakukan perekrutan peserta didik untuk jenjang SMA. Sementara pembukaan Sekolah Rakyat tingkat SMP masih belum mendapat arahan dari pemerintah pusat.
Ia menjelaskan hingga saat ini Pemerintah Kota Malang telah mendata sekitar 130 calon siswa melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Data tersebut menjadi dasar seleksi calon peserta didik yang akan mengisi kuota SRMA sebanyak tiga rombongan belajar.
Sementara itu, pembangunan gedung Sekolah Rakyat tahap pertama di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Malang, Kota dan Kabupaten Blitar, serta Kabupaten Pasuruan, disebut telah menunjukkan perkembangan signifikan. Progres pembangunannya kini berkisar antara 40 hingga 60 persen.
Setelah proyek tahap pertama tersebut rampung, pemerintah pusat akan melanjutkan pembangunan tahap kedua, termasuk membahas realisasi Sekolah Rakyat di Kota Malang yang direncanakan berlokasi di kawasan Arjowinangun.
“Harapan kami sekitar bulan Juli sudah ada keputusan dari Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR terkait pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Malang. Kalau itu sudah diputuskan, proses pembangunan bisa segera berjalan,” terang Donny.
Dengan belum tersedianya gedung permanen, proses belajar mengajar bagi siswa Sekolah Rakyat asal Kota Malang untuk sementara tetap akan dilaksanakan di daerah lain. Pemerintah Kota Malang berharap pembangunan sekolah dapat segera terealisasi sehingga pada tahun-tahun berikutnya para siswa dapat menempuh pendidikan di wilayahnya sendiri. (*)






