Gubernur Iqbal Tegaskan Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Sukses Program Kesehatan NTB

oleh -79 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 29 at 2.27.51 PM
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal saat membuka Semiloka Nasional ADINKES 2026, Rabu (29/4).

KabarBaik.co, Mataram– Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan keberhasilan pembangunan kesehatan di daerah tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan orkestrasi besar lintas sektor.

“Kunci dari program ini adalah orkestrasi dan kolaborasi lintas sektor. Semua pihak harus terlibat, mulai dari pemerintah hingga swasta dan masyarakat,” tegasnya saat membuka Semiloka Nasional ADINKES 2026, Rabu (29/4).

Pernyataan itu menjadi penekanan utama di tengah tantangan serius yang dihadapi NTB, terutama persoalan data kesehatan yang belum terintegrasi. Gubernur menilai, kebijakan berbasis data menjadi syarat mutlak untuk menghasilkan intervensi yang tepat sasaran.

“Kami masih menghadapi persoalan data yang tersebar dan belum terintegrasi. Ke depan, kami mulai mengintegrasikan data rumah sakit dan puskesmas agar kebijakan kesehatan lebih akurat,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Pemprov NTB mendorong program Desa Berdaya yang berfokus pada pembangunan berbasis desa, termasuk penyusunan indeks kesehatan desa. Program ini diperkuat dengan pemanfaatan sekitar 7.000 posyandu dan 40.000 kader sebagai ujung tombak pengumpulan serta validasi data di lapangan.

Di sisi lain, Gubernur juga menegaskan bahwa sektor kesehatan tidak berdiri sendiri dalam pembangunan daerah. Tiga isu utama NTB adalah pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata kelas dunia yang sangat bergantung pada kondisi kesehatan masyarakat.

“Kesehatan memang tidak disebut secara eksplisit sebagai prioritas, tetapi menjadi bagian yang melekat. Tidak mungkin kita mencapai tujuan tanpa kesehatan yang baik,” jelasnya.

Kegiatan bertema “Indonesia Sehat dari Desa” ini berlangsung hingga 1 Mei 2026 dan dihadiri perwakilan dinas kesehatan dari seluruh Indonesia. Forum ini menjadi ruang konsolidasi nasional dalam memperkuat kapasitas daerah menghadapi tantangan kesehatan.

Ketua Umum Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia, dr. Moh. Subuh, menilai desa menjadi titik krusial dalam membangun sistem kesehatan nasional yang kuat.

“Kita ingin bangkit dari desa, karena dari sanalah upaya mewujudkan masyarakat sehat bisa dimulai,” ujarnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya faktor risiko kesehatan, khususnya kebiasaan merokok pada usia dini yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit, termasuk stunting dan tuberkulosis.

Melalui semiloka ini, diharapkan terbangun sinergi nasional yang lebih solid, sekaligus mempercepat integrasi kebijakan kesehatan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor, dimulai dari desa sebagai fondasi utama. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.