KabarBaik.co – Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmen Pemkab Jember untuk fokus pada perbaikan infrastruktur pertanian guna mewujudkan swasembada pangan.
Gus Fawait juga menyoroti soal kemiskinan di Jember yang hingga saat ini masih menjadi masalah.
“kemiskinan ekstrem di Jatim, berdasarkan data Kementerian Sosial, terbesar ada di Kabupaten Jember. Sebagian besar warga miskin ini berprofesi sebagai petani dan peternak di pedesaan,” ujar Gus Fawait, Minggu (2/11).
Oleh sebab itu, kata Gus Fawait, selaras dengan program pemerintah pusat, Pemkab Jember memprioritaskan ketahanan pangan.
Pihaknya juga mengakui bahwa produktivitas padi Jember saat ini menurun drastis, dari yang pernah mencapai hasil tinggi, kini hanya menempati urutan keempat di Jawa Timur.
Penurunan ini, menurutnya, bukan disebabkan oleh alih fungsi lahan, bahkan Pemkab telah menambah Luas Lahan Baku Sawah (LP2B) menjadi 86.732 hektare.
“Yang menjadi masalah utama di pertanian kami di Jember adalah infrastruktur pertanian, terutama sistem pengairan,” tegasnya.
Gus Fawait mengungkapkan banyak lahan di wilayah utara dan timur Jember yang hanya bisa panen satu hingga dua kali setahun karena masalah irigasi, berbeda dengan wilayah selatan yang bisa panen tiga kali.
Untuk itu, Gus Fawait berharap dukungan dari pemerintah pusat untuk perbaikan sarana pengairan dan Jember dapat kembali menjadi lumbung padi di Jawa Timur.
“Kami akan berusaha memperluas panen dan meningkatkan produktivitas padi,” pungkasnya. (*)






