Harga Beras Tinggi, Bulog Bojonegoro Gelontorkan SPHP Rp 12.500 per Kg

oleh -71 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 22 at 1.51.02 PM
Penjualan beras SPHP di pasar beras Bojonegoro (Ist)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Harga beras di sejumlah pasar di Bojonegoro masih bertahan di kisaran Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram. Kondisi tersebut dikeluhkan sebagian masyarakat karena dinilai semakin membebani pengeluaran rumah tangga.

Untuk menekan gejolak harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat, Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro terus menggencarkan penyaluran Beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras tersebut dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 12.500 per kilogram atau Rp 62.500 per kemasan 5 kilogram.

Pimpinan Cabang Bulog Bojonegoro Umar Said memastikan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman. Saat ini, stok CBP mencapai sekitar 75 ribu ton dan diperkirakan mencukupi hingga awal 2027.

“Stok CBP saat ini sekitar 75 ribu ton,” ujarnya, Rabu (22/7).

Umar menjelaskan, meski musim panen mulai berakhir, Bulog masih menyerap gabah kering panen (GKP) dari petani dengan rata-rata 100 ton per hari. Serapan tersebut menjadi salah satu langkah menjaga ketersediaan stok sekaligus mendukung stabilitas harga beras di pasaran.

Menurutnya, keberadaan beras SPHP memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin mendapatkan beras dengan harga lebih terjangkau.

“Masyarakat memiliki pilihan lain untuk membeli beras dengan harga sesuai HET melalui program SPHP,” katanya.

Untuk memudahkan akses masyarakat, Bulog tidak hanya mendistribusikan beras SPHP ke pasar tradisional, tetapi juga melalui jaringan ritel modern. Di Bojonegoro, beras SPHP telah tersedia di tiga gerai, yakni Bravo, KDS, dan Samudra.

Setiap hari, Bulog menyalurkan sekitar 100 hingga 200 ton beras SPHP. Distribusi tersebut ditopang empat gudang penyimpanan yang melayani wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan.

“Distribusi beras SPHP setiap hari berkisar 100 sampai 200 ton,” tambah Umar.

Ia juga menjelaskan beras SPHP memiliki karakteristik yang berbeda dengan beras yang umum dijual di pasaran. Karena disimpan dalam kondisi berkadar air lebih rendah agar lebih awet selama penyimpanan, masyarakat disarankan menambahkan air lebih banyak saat memasaknya.

“Karena disimpan di gudang agar lebih tahan lama, tingkat kekeringannya lebih tinggi. Saat dimasak, airnya perlu ditambah agar hasilnya lebih pulen,” jelasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.