KabarBaik.co, Surabaya – Kegiatan bertajuk ‘Jaga Indonesia’ yang digelar di Taman Bungkul, Surabaya, pada Minggu (21/6) menjadi wadah bagi masyarakat untuk menuangkan harapan demi masa depan bangsa. Kegiatan ini juga menjadi momen refleksi agar peristiwa kelam di masa lalu tidak terulang kembali.
Melalui instalasi ‘Dinding Harapan’, ratusan peserta menuliskan berbagai pesan yang menyiratkan keinginan kuat agar Indonesia senantiasa damai, aman, dan terhindar dari konflik sosial yang dapat merusak tatanan persatuan.
Koordinator kegiatan, Wildan Iskandar, menjelaskan bahwa acara ini digelar dengan tujuan utama mengajak masyarakat belajar dari sejarah. Ia menegaskan pentingnya menjaga keutuhan bangsa agar tidak mudah terprovokasi dan diadu domba oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Aksi ini adalah bentuk dukungan kita untuk menguatkan masyarakat agar bersama menjaga negara. Jangan sampai kita mudah diprovokasi dan diadu domba. Apalagi banyak pihak yang ingin memori kelam kerusuhan 1998 terulang,” ujar Wildan saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, peristiwa tahun 1998 meninggalkan pelajaran yang sangat berharga mengenai betapa dahsyatnya dampak yang ditimbulkan ketika masyarakat terpecah belah dan situasi menjadi tidak terkendali. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih mengedepankan dialog, persatuan, dan sikap saling menghormati meskipun memiliki perbedaan pandangan.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh para peserta yang hadir. Mereka menilai bahwa suasana yang aman dan kondusif merupakan modal utama bagi masyarakat untuk dapat bekerja, berusaha, dan membangun kehidupan yang lebih baik.
“Saya tidak ingin anak-anak muda hanya mengenal 1998 sebagai bagian dari sejarah tanpa memahami pelajarannya. Kita harus menjaga agar peristiwa seperti itu tidak pernah terjadi lagi,” ungkap Dimas, salah seorang peserta.
Sementara itu, Ratna, warga Surabaya yang datang bersama keluarga, menekankan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam kehidupan berdemokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh sampai menghilangkan rasa persaudaraan.
“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai kehilangan rasa persaudaraan sebagai sesama warga negara. Yang paling penting adalah menjaga Indonesia tetap damai dan bersatu,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap semangat persatuan dan kesatuan dapat terus tumbuh dan diperkuat. Keyakinan pun muncul bahwa masa depan Indonesia akan jauh lebih baik jika seluruh elemen bangsa mampu menjaga kerukunan serta tegas menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah negara. (*)






