KabarBaik.co, Malang – Kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, ke Kampung Heritage Kayutangan, Rabu (1/7) malam, menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan heritage di Kota Malang.
Kawasan tersebut dinilai memiliki konsep yang layak dijadikan percontohan nasional dalam pengembangan permukiman berbasis pemberdayaan masyarakat.
Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengungkapkan Menteri PKP memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Kampung Heritage Kayutangan yang mampu berkembang sebagai kawasan wisata sekaligus permukiman yang produktif.
Menurut Ali, pemerintah pusat melihat keberhasilan kawasan tersebut sebagai bukti bahwa pembangunan permukiman tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi warga.
“Pak Menteri sangat senang dan bangga melihat perkembangan Kampung Kayutangan Heritage. Beliau menilai kawasan ini berhasil berkembang tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai kawasan permukiman yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” terang Ali.
Ia menjelaskan konsep pengembangan yang diterapkan di Kampung Heritage Kayutangan memiliki kesamaan dengan rencana Kementerian PKP dalam menata kawasan Menteng, Jakarta. Kawasan permukiman diarahkan menjadi ruang hidup yang aktif secara ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
Ali menuturkan di kawasan Menteng masih terdapat kesenjangan antara wilayah yang telah berkembang dengan permukiman di sekitarnya. Karena itu, pemerintah pusat ingin mengadopsi konsep pengembangan seperti yang diterapkan di Kampung Heritage Kayutangan.
“Di Menteng terdapat kawasan yang sangat maju berdampingan dengan permukiman yang masih mengalami ketimpangan. Yang ingin dilakukan pemerintah adalah mengurangi kesenjangan tersebut melalui penguatan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, Kampung Kayutangan dijadikan salah satu prototype pengembangan kawasan yang akan diterapkan di lokasi tersebut,” jelasnya.
Untuk menjaga keberlanjutan kawasan, Pemerintah Kota Malang terus melakukan pendampingan melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Pendampingan meliputi promosi wisata, penataan parkir, penguatan keamanan, peningkatan kebersihan, hingga pemberian stimulus kepada pelaku UMKM.
Meski aktivitas ekonomi terus tumbuh, Pemkot Malang mengakui pemerataan manfaat ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah. Kawasan bagian dalam Kampung Heritage Kayutangan dinilai belum berkembang secepat kawasan depan yang menjadi akses utama wisatawan.
Karena itu, pemerintah akan menggelar pertemuan rutin bersama pengelola dan masyarakat guna menyusun langkah percepatan pengembangan kawasan bagian dalam agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata.
Selain fokus pada pengembangan ekonomi, Pemkot Malang juga melakukan pembenahan terhadap aktivitas wisata. Salah satu perhatian diberikan pada operasional kendaraan wisata odong-odong yang dinilai perlu lebih tertib demi menjaga keselamatan dan kenyamanan pengunjung.
“Kami mengutamakan pembinaan dan peningkatan kesadaran seluruh pelaku wisata maupun pelaku ekonomi kreatif agar menjaga ketertiban dan keselamatan. Saya yakin tidak ada niat membahayakan pengguna jalan, tetapi perilaku yang berpotensi mengganggu ketertiban tetap harus dibenahi agar tidak merusak citra Kampung Heritage Kayutangan,” tegas Ali. (*)






