KabarBaik.co, Bangkalan – Teka-teki kematian Ruly Yunus Setiawati, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil di kawasan Terminal 1 Bandara Juanda, terus menyita perhatian. Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban diketahui sempat melakukan komunikasi terakhir dengan sang suami pada Sabtu pagi.
Informasi tersebut diungkapkan kuasa hukum keluarga, Risang. Menurutnya, panggilan telepon pada Sabtu (21/6) sekitar pukul 07.00 WIB menjadi kontak terakhir antara korban dengan keluarganya di Bangkalan.
“Sabtu pagi sekitar jam 07.00 WIB itu terakhir kontak dengan suaminya dan keluarga yang ada di Bangkalan,” ujar Risang kepada KabarBaik.co, Kamis (25/6).
Dalam percakapan tersebut, kata Risang, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan dari korban. Suara Ruly terdengar normal seperti biasa dan tidak menunjukkan adanya kepanikan maupun kondisi yang mengarah pada situasi berbahaya.
Pihak keluarga pun tidak menaruh kecurigaan apa pun karena korban sebelumnya telah memberi kabar akan pulang ke rumah setelah menyelesaikan urusan pekerjaannya. Sang suami meyakini Ruly akan segera tiba di rumah dalam kondisi baik.
Namun situasi berubah saat memasuki siang hari. Korban tak kunjung pulang dan seluruh nomor telepon yang biasa digunakan mendadak tidak dapat dihubungi. Kondisi itu membuat keluarga mulai panik dan berupaya mencari keberadaan korban.
“Saat sabtu siang hari Ruly sudah tidak bisa dihubungi. Di situlah kepanikan dimulai karena korban selama ini tidak pernah mematikan handphone,” imbuhnya.
Panggilan telepon terakhir pada Sabtu pagi tersebut kini menjadi salah satu petunjuk penting bagi penyidik untuk menyusun kronologi perjalanan korban sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Toyota Innova dinas bernopol M 1090 GP yang terparkir di kawasan Terminal 1 Juanda. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.(*)






