KabarBaik.co – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Perkebunan Panglungan Wonosalam mulai menunjukkan geliat positif usai melakukan berbagai pembenahan internal. Namun, Komisi B DPRD Jombang menilai capaian itu belum berdampak nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal ini disampaikan ketika rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi B dan jajaran direksi Perumda Panglungan. Dalam forum tersebut, anggota dewan meminta kejelasan arah pengelolaan perusahaan agar manfaatnya benar-benar terasa bagi perekonomian daerah.
“Kami ingin lihat hasil yang nyata. Jangan sampai hanya bagus di laporan, tapi belum memberi nilai tambah untuk Jombang,” tegas Ketua Komisi B DPRD Jombang Anas Burhani, Jumat (10/10).
Direktur Perumda Panglungan, Agus Mujiono, menjelaskan bahwa sejak dirinya menjabat, sejumlah langkah strategis langsung diterapkan. Fokus utama diarahkan pada efisiensi kerja dan perbaikan sistem SDM.
“Kami ubah pola kerja. Pegawai sekarang aktif di lapangan, hanya dua orang yang standby di kantor,” ujar Agus.
Meski menunjukkan tren positif, Agus mengakui belum ada kontribusi terhadap PAD tahun ini. Ia menyebut seluruh pendapatan masih difokuskan untuk menyehatkan keuangan perusahaan dan memperkuat kapasitas internal.
“Kalau langsung disetor ke PAD, operasional bisa mandek. Kami ingin bangun pondasi kuat dulu, supaya tahun depan bisa berkontribusi secara berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam empat bulan terakhir, Perumda Panglungan mencatat pendapatan sebesar Rp 507 juta. Targetnya, hingga akhir Desember 2025 bisa menembus Rp 1 miliar.
Meski belum menyumbang PAD, Komisi B mengapresiasi inovasi yang sudah dilakukan manajemen, seperti penanaman semangka dan tembakau yang memiliki siklus panen cepat.
“Langkahnya bagus, tapi harus konsisten dan diperluas agar dampaknya terasa, bukan sekadar bertahan,” kata Anas.
Komisi B juga menjadwalkan hearing lanjutan awal 2026 untuk memantau realisasi target. Langkah ini dilakukan untuk memastikan BUMD tak terus bergantung pada penyertaan modal tanpa memberikan hasil nyata.
Agus Mujiono resmi dikukuhkan sebagai Direktur Perumda Panglungan pada 26 Mei 2025, menggantikan Plt sebelumnya, Much Rony. Ia ditunjuk hanya tiga hari setelah mantan Direktur Tjahja Fadjari ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Jombang.
Tanpa sokongan modal dari Pemkab Jombang, Agus langsung menata ulang manajemen yang diwarisi berbagai persoalan, termasuk utang masa lalu.
“Langkah pertama kami adalah pembenahan internal, dari administrasi hingga keuangan. Sekarang kondisi mulai stabil,” ucap Agus.
Dalam pertemuan dengan Bupati Jombang Warsubi, Agus menyampaikan komitmennya menyumbang PAD sebesar Rp 300 juta. Target ini dinilai realistis setelah menghitung potensi produksi komoditas cepat panen.
Perusahaan kini menggarap lahan untuk tanaman semangka dan tembakau. Semangka dipanen dalam 60-65 hari, tembakau dalam 65-90 hari. Semangka dijual ke mitra di Jakarta dan Semarang, sedangkan tembakau masih dijual basah karena belum tersedia alat pengering.
Selain fokus pada hasil cepat, Perumda juga mulai menyiapkan strategi jangka panjang. Salah satunya menjajaki kerja sama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember untuk memilih varietas unggul yang cocok ditanam di kawasan Panglungan.
Pemetaan lahan produktif juga terus dilakukan. Ke depan, pengembangan jagung akan menjadi prioritas karena memiliki perputaran modal cepat.
“Jumlah SDM memang terbatas, tapi semangat kerja tim kami tinggi. Itu jadi modal utama,” pungkas Agus. (*)






