Selat Bali Ditutup, Kapal Dilarang Melintas, Ada Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya

oleh -326 Dilihat
IMG 20260130 WA0029
Aktivitas pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya

KabarBaik.co, Banyuwangi – Aktivitas di Selat Bali dibatasi seiring dengan adanya aktivitas pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam pada 2 Juli 2025 lalu. Sehubungan dengan kegiatan tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi menetapkan area terbatas yang tidak boleh dilalui kapal selama pekerjaan berlangsung.

Pembatasan tersebut ditetapkan melalui Notice to Marine Nomor PG-KSOP.TG.WI. 2 Tahun 2026 tertanggal 29 Januari 2026.
Dalam pemberitahuan itu, KSOP Tanjung Wangi menginformasikan kepada seluruh nahkoda dan perusahaan pelayaran bahwa kegiatan pekerjaan scraping bawah air sedang berlangsung pada titik koordinat 08°09’33,11” Lintang Selatan dan 114°29’52,03” Bujur Timur.

Kepala KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Capt. Purgana mengatakan peringatan tersebut dikeluarkan untuk memastikan seluruh proses evakuasi bangkai kapal berjalan lancar.

“Kami menginstruksikan seluruh kapal yang berlayar di sekitar lokasi untuk mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan navigasi, menjaga komunikasi radio pada kanal pengamanan, serta mematuhi arahan petugas patroli dan unsur pengamanan setempat,” ujar Purgana.

Selama proses pengerjaan berlangsung, area kerja akan dijaga oleh kapal patroli dan dilengkapi dengan tanda pengamanan sementara berupa bouy atau marker.

Pemberitahuan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan hingga kegiatan pengangkatan dinyatakan selesai atau sampai diterbitkannya pemberitahuan resmi selanjutnya.

“kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjamin keselamatan pelayaran dan keamanan aktivitas maritim di perairan Selat Bali,” tegasnya.

Purgana menyebut proses pengangkatan kemungkinan akan memakan waktu sebulan. Proses akan dilakukan secara bertahap. Melihat kondisi arus dan perairan di lokasi, yang pertama akan diambil beberapa part dari kapal seperti railing dan bagian kapal yang tercecer. Termasuk kendaraan muatan kapal yang ikut tenggelam di dasar laut.

“Hal tersebut dilakukan karena dikawatirkan, bagian-bagian tersebut akan terseret mendekati kabel laut jika tidak segera diangkat,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.