Sidoarjo Bidik Sejarah Baru, Kejar Predikat STBM 5 Pilar Pertama di Jawa Timur

oleh -86 Dilihat
Bupati Sidoarjo Subandi bersama tim Sanitarian Puskesmas di Pendopo Delta Wibawa. (Foto: Ist)
Bupati Sidoarjo Subandi bersama tim Sanitarian Puskesmas di Pendopo Delta Wibawa. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo semakin mantap mengejar predikat Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar. Target tersebut kini memasuki tahapan verifikasi lapangan yang melibatkan tim penilai lintas daerah. Jika berhasil melewati proses ini, Sidoarjo berpeluang mencatat sejarah sebagai kabupaten pertama di Jawa Timur yang berhasil meraih predikat STBM 5 Pilar.

Verifikasi yang berlangsung selama dua hari itu menjadi bagian penting dalam menilai keberhasilan implementasi lima pilar STBM di tingkat masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana sanitasi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar terbiasa hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. Karena itu, pemerintah daerah memandang proses verifikasi bukan sekadar penilaian administratif, melainkan momentum untuk memperkuat budaya sanitasi di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim verifikator yang telah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sanitasi masyarakat. Menurutnya, kehadiran tim penilai menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memperoleh berbagai masukan demi penyempurnaan program yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.

“Kehadiran Bapak dan Ibu tim verifikator bukan hanya untuk menilai, tetapi juga memberikan masukan, pembinaan, serta motivasi agar kualitas program STBM terus meningkat. Verifikasi ini bukan akhir, melainkan upaya memastikan STBM menjadi budaya masyarakat yang berkelanjutan,” ujar Subandi.

Ia menegaskan, keberhasilan mewujudkan STBM 5 Pilar merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan di Puskesmas, sanitarian, kader kesehatan, hingga partisipasi aktif masyarakat. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci utama dalam membangun kesadaran warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi.

Untuk mempercepat pencapaian target, Pemkab Sidoarjo juga terus mengalokasikan anggaran setiap tahun melalui sejumlah perangkat daerah. Dukungan pembiayaan turut diperkuat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Langkah itu dilakukan agar pembangunan sarana sanitasi dapat menjangkau seluruh wilayah yang masih membutuhkan.

“Pemerintah daerah sudah menyiapkan anggaran tiap tahun, baik di Perkim, CSR, maupun Baznas. Saat ini sasaran kita tinggal sekitar 2.000 titik lagi. InsyaAllah dalam waktu satu tahun ini target pekerjaan rumah kita bisa tuntas. Saya minta para kepala desa dan camat terus melakukan sosialisasi pentingnya kesehatan lingkungan,” tegas Subandi.

Pada hari kedua verifikasi, tim penilai melakukan peninjauan langsung ke 12 desa yang tersebar di enam kecamatan. Lokasi tersebut dipilih untuk mewakili tiga karakter wilayah, yakni dataran rendah perkotaan, dataran rendah pedesaan, dan daerah aliran sungai. Untuk wilayah perkotaan, verifikasi dilakukan di Desa Sidokepung dan Wadungasih di Kecamatan Buduran serta Desa Tambak Sumur dan Tambak Sawah di Kecamatan Waru.

Sementara wilayah pedesaan meliputi Desa Pabean dan Sedati Agung di Kecamatan Sedati serta Desa Ketapang dan Putat di Kecamatan Tanggulangin. Adapun kawasan daerah aliran sungai diwakili Desa Candi Pari dan Glagaharum di Kecamatan Porong serta Desa Jati Alun-Alun dan Temu di Kecamatan Prambon.

Kepala Bidang Peningkatan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Inensa Khoirul Harap, menjelaskan bahwa perjalanan menuju STBM 5 Pilar bukan proses yang instan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja berkelanjutan yang dimulai sejak Kabupaten Sidoarjo berhasil meraih status Open Defecation Free (ODF) pada 2024.

Setelah itu, berbagai penghargaan berhasil diraih secara bertahap. Pada akhir 2024, Kabupaten Sidoarjo memperoleh STBM Award tingkat nasional kategori Pratama. Setahun berikutnya, prestasi tersebut meningkat dengan diraihnya STBM Award Madya tingkat nasional. Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Sidoarjo untuk naik ke level STBM 5 Pilar, sebelum menargetkan predikat STBM Paripurna pada tahun berikutnya.

“STBM 5 Pilar ini bukan kegiatan yang instan. Prosesnya berjalan bertahap. Tahun ini kami mengejar predikat STBM 5 Pilar, dan jika lolos verifikasi, tahun depan kami menargetkan STBM Paripurna,” jelas Inensa.

Ia menambahkan, peluang Sidoarjo meraih predikat tersebut cukup besar. Berdasarkan hasil peninjauan sementara, tim verifikator memberikan respons positif terhadap kesiapan masyarakat di lokasi yang dikunjungi. Warga dinilai mampu menjawab berbagai pertanyaan mengenai perilaku hidup bersih berdasarkan kebiasaan sehari-hari tanpa adanya pengarahan ataupun jawaban yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Menurut dr. Inensa, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran aktif Puskesmas, tenaga Promosi Kesehatan (Promkes), bidan desa, sanitarian, serta kolaborasi lintas sektor bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) maupun Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (PU CKTR). Seluruh pihak secara rutin melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat agar lima pilar STBM benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tanggapan tim verifikator sangat positif. Warga merespons dengan ramah dan terbuka tanpa ada jawaban yang dikondisikan. Murni dari kebiasaan sehari-hari. Harapan kami, melalui lingkungan yang sehat ini, derajat kesehatan masyarakat Sidoarjo dapat terus meningkat menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Salah satu desa yang menjadi lokasi verifikasi adalah Desa Jati Alun-Alun, Kecamatan Prambon. Kepala Desa Jati Alun-Alun, Abdul Manab, mengaku bangga karena wilayahnya dipercaya menjadi salah satu sampel penilaian. Ia menilai program STBM telah membawa perubahan nyata terhadap perilaku masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Saya merasa senang karena desa kami menjadi salah satu lokasi yang disasar. Dengan adanya program ini masyarakat menjadi lebih paham mengenai STBM 5 Pilar. Edukasi yang diberikan membuat warga semakin mengerti pentingnya sanitasi dan kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Abdul Manab, kehadiran tim verifikator dan petugas Dinas Kesehatan yang memberikan edukasi secara langsung kepada warga sangat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat. Terlebih masih ada sebagian warga yang memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi kesehatan. Melalui pendekatan dari rumah ke rumah, masyarakat menjadi lebih memahami pentingnya menjaga kualitas air minum, mengelola sampah rumah tangga, serta mengolah limbah cair dengan benar.

“Dengan adanya edukasi di masyarakat yang masih memiliki keterbatasan SDM ini menjadi langkah positif bagi kami untuk mendukung capaian STBM 5 Pilar,” tutup Abdul Manab.

Melalui komitmen pemerintah daerah yang didukung seluruh elemen masyarakat, Pemkab Sidoarjo optimistis mampu menuntaskan target STBM 5 Pilar tahun ini. Keberhasilan tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan penghargaan di tingkat nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta menjadikan budaya hidup bersih sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari di seluruh Kabupaten Sidoarjo.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.