UB Pertahankan Predikat WBBM dari KemenPAN-RB

oleh -72 Dilihat
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo (kanan) dan Dekan FTP/Fakultas Teknologi Agro Industri dan Bio Sistem UB, Hendrawan. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Fakultas Teknologi Pertanian (FTP)/Fakultas Teknologi Agro Industri dan Bio Sistem (FTAIB) Universitas Brawijaya (UB) kembali meraih sekaligus mempertahankan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Predikat tersebut menjadi bukti konsistensi FTP UB dalam membangun tata kelola birokrasi yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima. Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menegaskan bahwa implementasi Zona Integritas di lingkungan kampus merupakan bentuk nyata dukungan terhadap visi pembangunan nasional.

“Zona Integritas melampaui angka-angka di atas kertas. Ini adalah langkah berkelanjutan untuk merawat kepercayaan masyarakat. Kami memastikan tata kelola anggaran di UB bertransformasi menjadi pelayanan publik yang berkualitas dan berorientasi hasil,” ujar Prof. Widodo di UB, Kota Malang, Jumat (13/2).

Ia menjelaskan, konsistensi UB dalam meraih penghargaan tersebut telah dimulai sejak 2019. Keberhasilan FTP mempertahankan predikat tertinggi selama lima tahun berturut-turut dinilai sebagai bukti bahwa perubahan budaya kerja di UB merupakan komitmen jangka panjang. “Standarisasi WBBM adalah predikat tertinggi. Ini berarti FTP tidak hanya bersih dari korupsi, tetapi juga melayani dengan standar prima,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan FTP/Fakultas Teknologi Agro Industri dan Bio Sistem UB, Hendrawan, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil transformasi digital dan penguatan integritas yang dilakukan secara berkelanjutan sejak 2019.

Ia memaparkan tiga poin utama yang dilaporkan kepada KemenPAN-RB. Pertama, evaluasi lima tahun pasca meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dengan melakukan perbaikan berkelanjutan pada enam area perubahan, terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan publik yang inklusif dan responsif.

Kedua, pengembangan inovasi berupa ekosistem birokrasi digital yang meminimalkan interaksi tatap muka guna menutup celah maladministrasi. “Digitalisasi total dilakukan melalui aplikasi terintegrasi untuk layanan persuratan, akademik hingga keuangan. Kami juga menyediakan fasilitas bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan lansia sebagai standar wajib WBBM,” jelas Prof. Hendrawan.

Ketiga, dampak nyata bagi mahasiswa dan pemangku kepentingan. Hal ini tercermin dari meningkatnya Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mendekati skala sempurna (skala 4). Selain itu, efisiensi waktu layanan administrasi yang sebelumnya memakan waktu harian kini dapat diselesaikan dalam hitungan jam bahkan menit.

Prof. Hendrawan menegaskan, WBBM bukanlah titik akhir, melainkan standar baru dalam pelayanan di lingkungan FTP UB. Pihaknya berkomitmen menularkan semangat “Bersih Melayani” ke fakultas lain di Universitas Brawijaya. “Jika WBK adalah bukti bahwa kami jujur, maka WBBM adalah bukti bahwa kami bekerja nyata untuk memudahkan urusan masyarakat,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.