KabarBaik.co, Pasuruan – Kekurangan pengawas sekolah di Kabupaten Pasuruan mencapai 117 orang. Kondisi ini membuat beban kerja pengawas yang ada semakin berat dan berpotensi memengaruhi efektivitas pengawasan mutu pendidikan di sekolah.
Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan menunjukkan, dari total kebutuhan 170 pengawas untuk 1.588 lembaga pendidikan negeri dan swasta, saat ini hanya tersedia 53 orang.
Rinciannya, pengawas TK tersedia 19 orang dari kebutuhan 69 orang, pengawas SD 27 orang dari kebutuhan 77 orang, dan pengawas SMP hanya 7 orang dari kebutuhan 24 orang.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Najib Setiawan meminta kekurangan tersebut segera mendapat perhatian serius. Keberadaan pengawas sekolah sangat penting untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga.
“Jangan sampai ada lembaga yang tidak terjangkau pengawasan, kekurangan pengawas harus dipenuhi, tetapi tetap harus sesuai syarat dan proporsional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Tri Krisni Astuti mengakui jumlah pengawas yang tersedia saat ini sangat terbatas dibandingkan kebutuhan yang ada. Pengawas merupakan kepanjangan tangan dinas dalam memastikan pelaksanaan kurikulum dan proses pembelajaran berjalan sesuai ketentuan.
“Jumlah pengawas memang sangat sedikit, padahal mereka harus memastikan keberlangsungan kurikulum dan pembelajaran berjalan sesuai aturan,” jelas Krisni.
Krisni menuturkan penambahan pengawas sebenarnya selalu diupayakan, namun proses pengangkatan pengawas baru bergantung pada mekanisme uji kompetensi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Kami terikat pada uji kompetensi yang diselenggarakan kementerian, saat ini proses itu belum dibuka,” ujarnya.
Krisni menjelaskan, kekurangan pengawas terjadi karena banyak pejabat pengawas memasuki masa pensiun dalam beberapa tahun terakhir, ementara penggantinya belum tersedia dalam jumlah yang memadai.
Akibatnya, sejumlah pengawas harus merangkap menangani banyak sekolah sekaligus. Beban kerja paling berat dirasakan pengawas yang bertugas di wilayah dengan jumlah lembaga pendidikan besar seperti Kecamatan Bangil dan Pandaan.
“Banyak yang pensiun, tetapi belum ada penambahan baru, harus merangkap dan menangani lebih banyak lembaga. Di kecamatan besar seperti Bangil dan Pandaan tentu beban kerjanya lebih berat,” pungkasnya.






