KabarBaik.co, Gresik – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Gresik mengevakuasi puluhan anakan ular kobra dari permukiman warga hingga lingkungan sekolah dalam rentang Januari hingga awal Februari 2026.
Evakuasi pertama dilakukan di Dusun Kendayaan, Desa Lampah, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Senin (26/1). Seorang warga bernama Sarmini mendapati seekor ular kobra beserta anak-anaknya saat sedang membersihkan rumah.
Merasa panik, Sarmini segera menghubungi layanan darurat 112. Laporan tersebut diteruskan kepada petugas Damkar Pos Menganti yang langsung menuju lokasi.
“Petugas melakukan penyisiran menggunakan alat pelindung diri dan peralatan khusus,” kata Kepala DPKP Gresik Suyono, Minggu (8/2).
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 10 ekor anakan ular kobra bersembunyi di tumpukan keramik. Sementara induk ular diduga melarikan diri melalui celah pintu belakang rumah.
Beberapa hari kemudian, kejadian serupa kembali terjadi di lingkungan pendidikan. Sebanyak 14 ekor anakan ular kobra ditemukan di Lembaga MI Roudlotut Tholibin, Dusun Tempel, Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Kamis (5/2).
Kejadian bermula saat seorang murid melihat ular keluar dari lubang cor di area sekolah. Temuan tersebut dilaporkan kepada guru bernama Yusuf. Karena anakan ular kembali bermunculan, pihak sekolah segera menghubungi call center 112.
Petugas Damkar Pos Menganti yang tiba di lokasi langsung melakukan pembongkaran pada lubang cor untuk memastikan tidak ada ular yang tertinggal. Hasilnya, 14 ekor anakan kobra berhasil dievakuasi.
“Setelah kondisi dipastikan aman, petugas kembali ke pos untuk siaga,” ujar Suyono.
DPKP Gresik mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kemunculan satwa liar, terutama ular, yang meningkat saat musim hujan. Warga diminta tidak menangani sendiri dan segera melapor melalui layanan darurat 112 jika menemukan hewan berbahaya.(*)






