6 Wakil Asia Belum Terkalahkan: Prediksi yang Bakal Lari Paling Jauh di Piala Dunia 2026

oleh -430 Dilihat
LOGO AFC

KabarBaik.co, Jakarta – Awal cukup luar biasa! Dari sembilan wakil Asia di Matchday 1 Piala Dunia 2026, enam tim masih belum terkalahkan. Dua di antaranya meraih kemenangan meyakinkan, empat lainnya bermain imbang melawan tim kuat dari Eropa dan Amerika Latin. Sinyal kuat bahwa Asia siap mengukir sejarah baru di turnamen sepak bola terbesar dunia .

Australia dan Korea Selatan menjadi dua tim yang sukses meraih tiga poin. Sedangkan Jepang, Iran, Qatar, dan Arab Saudi masing-masing meraih hasil imbang yang cukup menggembirakan. Secara kolektif, wakil Asia mencetak 13 gol dan kebobolan 17 gol di laga pembuka.

Performa Apik di Laga Pembuka

Australia menang 2-0 atas Turki dengan catatan clean sheet. Pertahanan kokoh dan serangan efektif menjadi modal utama Socceroos. Lalu, Korea Selatan menang 2-1 atas Ceko lewat comeback yang menunjukkan mental juara.

Sementara itu, Jepang bermain imbang 2-2 melawan Belanda, dua kali tertinggal tapi mampu bangkit. Iran imbang 2-2 kontra Selandia Baru. Qatar dan Arab Saudi juga sukses meraih satu poin masing-masing melawan Swiss dan Uruguay.

Sayangnya, Irak, Yordania, dan Uzbekistan harus mengakui keunggulan lawan dengan kekalahan cukup telak.
Dengan mempertimbangkan hasil Matchday 1, kekuatan skuad, sisa jadwal di fase grup, serta faktor momentum, Australia saat ini tampaknya menjadi wakil Asia yang paling unggul dan memiliki peluang untuk melangkah paling jauh.

Sisa Jadwal Penting

Australia berada di Grup D bersama AS, Paraguay, dan Turki. Setelah menang meyakinkan 2-0 atas Turki dengan clean sheet pada Matchday 1, Socceroos masih akan menghadapi AS sebagai tuan rumah yang kuat di kandang dan Paraguay yang sedang dalam performa bagus. Dengan momentum terbaik dan pertahanan solid, Australia memiliki peluang lolos yang sangat tinggi, bahkan berpotensi menjadi juara grup.

Korea Selatan di Grup A bersama Meksiko, Afrika Selatan, dan Ceko. Korsel berhasil menang 2-1 atas Ceko lewat comeback yang impresif. Selanjutnya mereka akan menghadapi tuan rumah Meksiko yang sulit dan Afrika Selatan sebagai lawan paling ringan. Son Heung-min dkk dikenal kuat di fase grup. Namun hasil melawan Meksiko akan sangat menentukan nasib mereka.

Dalam sejarah Piala Dunia, sejauh ini baru Korsel yang berhasil menembus semifinal. Prestasi ini diraih Korsel pada Piala Dunia 2002, di mana mereka bertindak sebagai tuan rumah bersama Jepang. Di babak empat besar itu, Korsel harus takluk dengan Jerman dengan skor tipis 0-1.

Jepang di Grup F bersama Belanda, Swedia, dan Tunisia tampil kompetitif dengan imbang 2-2 melawan Belanda. Sisa jadwal mereka melawan Tunisia yang wajib dimenangi dan Swedia yang seimbang. Jepang selalu dikenal disiplin dan adaptif, sehingga kemenangan atas Tunisia menjadi kunci utama lolos ke babak selanjutnya.

Iran di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru meraih imbang 2-2 melawan Selandia Baru. Mereka masih harus menghadapi Belgia yang sangat berat dan Mesir yang lebih bisa dimenangi. Iran dikenal tangguh bertahan, namun harus memaksimalkan laga melawan Mesir untuk menjaga peluang.

Qatar di Grup B bersama Kanada, Bosnia, dan Swiss bermain imbang 1-1 melawan Swiss. Sisa jadwal mereka melawan Kanada dan Bosnia yang relatif seimbang memberi peluang sedang-tinggi untuk lolos asalkan mampu meraih kemenangan di salah satu laga tersebut.

Arab Saudi di Grup H bersama Spanyol, Cape Verde, dan Uruguay juga meraih imbang 1-1 melawan Uruguay. Mereka masih akan menghadapi Spanyol yang sangat berat dan Cape Verde yang harus dimenangi. Situasi mereka mirip Iran, di mana hasil positif lawan Cape Verde menjadi krusial.

Sementara itu, Irak, Yordania, dan Uzbekistan yang sudah menelan kekalahan telak pada Matchday 1 menghadapi grup yang berat melawan tim-tim kuat Eropa dan Amerika Latin, sehingga peluang mereka untuk lolos ke babak 16 besar relatif kecil.

Probabilitas Lolos 16 Besar

  • Australia: 65-75%
  • Korea Selatan: 55-65%
  • Jepang: 50-60%
  • Qatar: 40-50%
  • Iran: 35-45%
  • Arab Saudi: 30-40%

Australia unggul karena memulai dengan kemenangan meyakinkan plus pertahanan solid. Sementara Korea Selatan dan Jepang dikenal memiliki pengalaman dan kedalaman skuad yang mumpuni di turnamen besar. Iran dan Qatar berpotensi menjadi kuda hitam jika mampu memaksimalkan laga sisa.

Laga pembuka menjadi awal terbaik wakil Asia dalam beberapa edisi Piala Dunia terakhir. Jika enam tim unbeaten ini mampu mempertahankan performa dan memetik poin maksimal di Matchday 2 dan 3, bukan tidak mungkin rekor jumlah tim Asia yang lolos ke babak 16 besar akan pecah.

Prediksi akhir, Australia berpeluang menjadi wakil Asia yang melangkah paling jauh, bahkan mencapai perempat final jika terus konsisten. Namun, segalanya masih sangat terbuka. Matchday 2 akan menjadi penentu sesungguhnya.

Rekor Australia dan Kekuatan Skuad 2026

Australia telah lolos ke Piala Dunia sebanyak 7 kali (1974, 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026). Ini menandai enam kali berturut-turut sejak 2006, rekor konsistensi terbaik mereka.

Prestasi terbaik sebelumnya adalah Babak 16 besar pada 2006 (kalah dari Italia, juara saat itu) dan 2022 (kalah dari Argentina, juara saat itu). Secara keseluruhan, rekor mereka di fase grup Piala Dunia: 20 pertandingan, 4 menang, 4 imbang, 12 kalah.

Kedalaman skuad 2026 dibandingkan sebelumnya terbilang solid. Skuad di bawah pelatih Tony Popovic dinilai lebih segar dan berimbang dengan campuran pengalaman, seperti Mathew Ryan, Aziz Behich, dan talenta muda yang sedang on fire (termasuk pemain seperti Nestory Irankunda dan Connor Metcalfe yang bersinar di laga pembuka.

Dibandingkan skuad 2022 yang lebih bergantung pada semangat dan “journeymen”, skuad 2026 memiliki kedalaman yang lebih baik di lini serang dan pertahanan, plus kepercayaan diri tinggi setelah kemenangan meyakinkan atas Turki.

Performa pelatih, Tony Popovic, yang menggantikan Graham Arnold, membawa energi baru dan pendekatan yang lebih modern. Kemenangan 2-0 atas Turki di Matchday 1 menjadi sinyal positif bahwa transisi pelatih berjalan mulus

Popovic dikenal dengan pendekatan yang pragmatis, terstruktur, dan sangat disiplin. Berbeda dengan Arnold yang lebih mengandalkan fluiditas dan semangat juang emosional, Popovic membangun tim seperti mesin yang rapi.

Dia sering menggunakan formasi 4-2-3-1 atau variasi 3-4-2-1 / 3-2-4-1, dengan penekanan utama pada soliditas pertahanan dan organisasi kolektif yang ketat. Double pivot di tengah lapangan menjadi jantung permainan Socceroos di bawah asuhannya, berfungsi sebagai perisai sekaligus distributor bola yang cepat ke area serang.

Popovic adalah pelatih yang detail-oriented dan “ruthless” dalam menuntut standar tinggi. Fokusnya berada pada positioning yang presisi, pemulihan cepat setelah kehilangan bola, dan disiplin taktis yang tinggi.

Hasilnya terlihat jelas pada laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Turki: pertahanan kompak, clean sheet, dan transisi serangan yang efektif tanpa terlalu banyak risiko. Ia pandai memanfaatkan wide areas serta set-piece, membuat Australia tampil lebih matang dan sulit dibongkar dibanding era sebelumnya.

Meski kadang disebut kurang “sexy” atau menghibur, gaya Popovic justru sangat cocok untuk tim underdog seperti Australia. Ia berhasil memadukan pengalaman senior dengan talenta muda seperti Nestory Irankunda dan Connor Metcalfe, menciptakan keseimbangan yang lebih baik. Pendekatan ini membuat Socceroos tampil sebagai tim yang lebih profesional dan siap bersaing di level tinggi.

Diketahui, di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Australia dan Indonesia bertemu dua kali di Putaran Ketiga Grup C. Pertemuan pertama berlangsung di SUGBK Jakarta pada 10 September 2024. Garuda berhasil menahan imbang Socceroos dengan skor 0-0. Hasil ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia karena mampu bermain solid dan mendistribusikan tekanan meski kalah kelas dari tim asuhan Tony Popovic saat itu.

Namun, petaka terjadi [ada pertemuan kedua di Sydney Football Stadium pada 20 Maret 2025. Australia menunjukkan dominasinya dengan kemenangan telak 5-1. Gol-gol Socceroos dicetak oleh Martin Boyle (penalti), Nishan Velupillay, Jackson Irvine (dua gol), dan Lewis Miller, sementara Indonesia hanya mampu membalas satu gol melalui Ole Romeny. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.